Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Dalam dinamika mengejutkan yang terjadi hanya dalam waktu 48 jam, Asosiasi Sepak Bola Yordania (JFA) mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa para pemain dan staf pelatih tim nasional mereka akhirnya menerima uang bonus yang sempat tertunda atas keberhasilan menembus final Piala Arab FIFA 2025. Pembayaran mendadak ini cair hanya dua hari setelah Presiden JFA, Pangeran Ali bin Hussein, secara terbuka menuduh pimpinan FIFA melakukan "pemerasan" dan menahan hak finansial demi memaksakan dukungan politik.
Perselisihan finansial ini berakar dari keberhasilan bersejarah Yordania melaju hingga partai puncak Piala Arab FIFA di Qatar, tempat mereka keluar sebagai runner-up di belakang Maroko. Meskipun turnamen telah berakhir delapan bulan lalu, hadiah uang senilai $4,2 juta yang dialokasikan untuk skuad tersebut tidak kunjung dicairkan oleh badan pengatur sepak bola dunia, sebuah penundaan yang secara langsung dikaitkan oleh Pangeran Ali dengan manuver politik menjelang pemilihan presiden FIFA.
Pada hari Selasa, Pangeran Ali, mantan Wakil Presiden FIFA yang pernah bertarung melawan presiden saat ini Gianni Infantino pada pemilihan 2016, merilis pernyataan tajam di media sosial.
Ia mengungkapkan bahwa perwakilan FIFA secara lisan menyampaikan bahwa pencairan dana dan bantuan untuk JFA akan sangat bergantung pada dukungan resmi Yordania terhadap pencalonan kembali Infantino.
“Terima kasih kepada pihak administrasi FIFA yang secara tiba-tiba pada pagi ini telah membayarkan hak para pemain dan staf pelatih kami atas keberhasilan Tim Nasional Yordania melaju ke babak final FIFA Arab Cup di Qatar pada bulan Desember lalu,” tulis tulis Pangeran Ali melalui platform X pada hari Kamis. “Dana ini seharusnya sudah diterima sejak delapan bulan yang lalu.
Baca juga: Yordania Tuding FIFA Lakukan Pemerasan demi Dukungan Politik Infantino
Meskipun transfer dana kilat ini memastikan para pemain dan tim teknis Yordania mendapatkan kompensasi atas pencapaian monumental mereka, Pangeran Ali menegaskan bahwa pembayaran yang terlambat ini tidak akan sedikit pun melunakkan sikap kritisnya terhadap kepemimpinan FIFA saat ini.
Meskipun hal ini merupakan perkembangan positif bagi para pemain kami, situasi tersebut tidak mengubah kekhawatiran serius yang kami—di dunia sepak bola—miliki terhadap kepemimpinan FIFA, ataupun mengubah perlakuan yang pernah dialami oleh asosiasi sepak bola kami di masa lalu,” lanjutnya.
“Hal ini mencerminkan berbagai kesulitan yang kita semua hadapi—kesulitan yang biasanya terkait dengan pemilihan presiden FIFA. Situasi ini tidak mengubah sikap tegas saya mengenai kepemimpinan FIFA: asosiasi sepak bola saya dan saya sendiri tidak akan memberikan dukungan maupun suara kepada Presiden Infantino.”
Penyelesaian cepat atas hak finansial Yordania ini terjadi di tengah periode yang penuh gejolak di markas besar FIFA. Infantino terus mendapat sorotan dan gelombang kritik dari berbagai asosiasi anggota serta konfederasi global, terutama menyusul kontroversi usulan penjualan hak komersial untuk turnamen-turnamen mendatang.
Baca juga: Tolak Permintaan Maaf Infantino, UEFA Keukeuh Boikot Kompetisi FIFA
Meskipun pihak FIFA menolak memberikan komentar resmi terkait tuduhan spesifik dari Pangeran Ali, pencairan dana mendadak sesaat setelah isu ini mencuat ke publik makin mempertegas tingginya pengawasan terhadap tata kelola sepak bola dunia saat konfederasi mulai mengambil posisi menjelang siklus pemilihan berikutnya.