Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) secara resmi menolak proposal kontroversial FIFA mengenai penjualan saham hak komersial Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta. Keputusan tersebut diambil dalam rapat presiden asosiasi anggota yang berlangsung pada hari Kamis.
Meskipun secara tegas menolak rencana Presiden FIFA Gianni Infantino, blok regional Amerika tersebut memilih jalan diplomasi yang berbeda dari UEFA. CONCACAF memutuskan untuk tidak bergabung dalam ancaman boikot total terhadap turnamen-turnamen FIFA. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) memilih mengambil jarak dengan menyatakan akan mempelajari proposal tersebut lebih lanjut sebelum mengambil keputusan akhir.
"Diskusi tersebut memperkuat perlunya transparansi yang lebih besar dan tata kelola yang baik. Karena alasan-alasan ini, CONCACAF dan 41 Asosiasi Anggotanya telah: Menolak proposal tersebut,” tulis CONCACAF dalam pernyataannya.
Sikap keras CONCACAF mencerminkan kekecewaan mendalam dari seluruh 41 negara anggotanya. Selain menyoroti buruknya transparansi dan proses birokrasi di Zurich, CONCACAF juga mempertanyakan urgensi FIFA dalam menggandeng investor ekuitas swasta.
Baca juga: UEFA Sepakat Boikot Seluruh Kompetisi FIFA Jika Jual Saham Piala Dunia
“Selama pertemuan tersebut, para anggota menyatakan keprihatinan mendalam tentang kurangnya proses yang semestinya terkait proposal tersebut, tenggat waktu yang terlalu singkat yang diberlakukan secara artifisial, dan tidak adanya peninjauan atau persetujuan oleh badan tata kelola FIFA yang relevan,” lanjut CONCACAF
“Selain itu, kebutuhan akan investasi ekuitas swasta untuk mendanai program FIFA Forward yang baru dan yang sudah ada setelah Piala Dunia FIFA yang paling menguntungkan dalam sejarah juga dipertanyakan.”
Blok Amerika Utara dan Karibia menegaskan bahwa FIFA seharusnya dapat memanfaatkan cadangan dana raksasa yang dimiliki organisasi saat ini untuk mendanai program pengembangan FIFA Forward, ketimbang menjual aset komersial turnamen paling bergengsi di dunia tersebut kepada pihak ketiga.
Meski begitu, keputusan CONCACAF untuk tidak mengambil opsi boikot menandai pendekatan yang lebih terukur dibanding konfederasi Eropa (UEFA) yang pada hari yang sama secara bulat memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam seluruh kompetisi FIFA.
Di tengah penolakan serentak dari tingkat konfederasi regional, Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) mengeluarkan pernyataan terpisah yang menunjukkan dinamika internal. FMF mengonfirmasi baru menerima pemberitahuan resmi mengenai proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) pada 28 Juli.
Baca juga: AFC Tuding FIFA Abaikan Konfederasi Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia
FMF menyatakan akan mengikuti rangkaian diskusi yang disediakan FIFA guna meninjau dokumen analisis finansial serta hukum secara komprehensif sebelum mengambil posisi resmi.
"FMF akan menyelesaikan proses studi dan analisis ini guna mengambil keputusan yang paling memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola Meksiko,” ucap FMF.
Sikap FMF yang belum secara terbuka mendukung penolakan CONCACAF memperlihatkan betapa kompleksnya posisi negara-negara tuan rumah menjelang tenggat waktu penentuan keputusan pada 19 September mendatang. Mampukah FIFA merangkul kembali konfederasi yang terpecah, ataukah krisis tata kelola ini akan semakin meruncing?