Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengecam keras Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan menuding badan pengelola sepak bola global tersebut telah merusak fondasi utama tata kelola olahraga internasional. Langkah tegas ini diambil usai FIFA dinilai bertindak sepihak tanpa melibatkan konfederasi regional dalam rencana kontroversial menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta.  

Dalam surat resmi yang dikirimkan oleh Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, kepada 46 asosiasi anggotanya, AFC menyatakan kekecewaan mendalam atas absennya konsultasi dan transparansi dari pihak Zurich.  

Kekecewaan atas Prosedur Tanpa Transparansi

Akar dari perlawanan sengit ini dipicu oleh proposal pengoperasian anak perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang bernilai 20 miliar dolar AS. FIFA berencana menggalang dana segar hingga 4,2 miliar dolar AS dengan menjual 20 persen saham minoritas FFE kepada investor swasta.  

AFC menegaskan bahwa meskipun inovasi komersial penting untuk memajukan sepak bola global, langkah berskala raksasa seperti ini wajib berlandaskan pada prinsip tata kelola yang baik dan proses konsultasi yang matang. 

Baca juga: UEFA Gelar Rapat Darurat 55 Anggota, Opsi Boikot Turnamen FIFA Mulai Digodok

Pihak AFC mengkritik cara FIFA yang menyebarkan informasi detail proposal tersebut ke domain publik dan media massa sebelum mendiskusikannya terlebih dahulu melalui saluran resmi dengan para pemangku kepentingan.  

Konfederasi yang membawahi negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, hingga Arab Saudi tersebut menuntut agar FIFA memberikan dokumen analisis hukum, finansial, serta dampak jangka panjang secara komprehensif sebelum melangkah lebih jauh.

“AFC mencatat dengan keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam bahwa pihaknya tidak dikonsultasikan oleh FIFA di tingkat mana pun sebelum pengumuman publik tentang proposal ini, dan juga belum menerima analisis tata kelola, keuangan, atau hukum yang terperinci tentang proposal tersebut dan potensi dampaknya, yang sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Sheikh Salman.

“Lebih lanjut, AFC sangat prihatin bahwa tindakan sepihak FIFA tampaknya merusak fondasi sepak bola kontinental itu sendiri, yang didasarkan pada solidaritas, kerja sama, dan transparansi. Selain itu, inisiatif seperti itu tidak akan berhasil tanpa dukungan dari semua konfederasi, yang saat ini tidak terjadi.”

Eskalasi Krisis Politik Global Menuju September

Kritik tajam dari AFC semakin mempertegas isolasi politik yang dialami Presiden FIFA Gianni Infantino. Sebelumnya, konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) telah melangkah lebih jauh dengan menyetujui opsi boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA, sementara CONCACAF (Amerika Utara dan Tengah) turut melontarkan tuduhan serupa mengenai tiadanya proses hukum yang benar.  

Baca juga: "Bukan Kewajiban": Infantino Redam Penolakan Rencana Jual Saham Piala Dunia

Jika digabungkan, perlawanan dari AFC (46 anggota), UEFA (55 anggota), dan CONCACAF (41 anggota) mencakup 142 dari total 211 asosiasi anggota FIFA. Angka mayoritas ini berpotensi besar menjegal ambisi Infantino saat voting penentuan dilakukan jelang tenggat waktu 19 September mendatang.  

Meskipun FIFA telah mengeluarkan pernyataan yang berjanji akan melanjutkan proses dialog terbuka dan menegaskan bahwa "tidak ada yang menjual sepak bola", penolakan beruntun dari konfederasi-konfederasi benua menunjukkan bahwa krisis kepercayaan di tubuh organisasi sepak bola tertinggi dunia ini telah mencapai titik didih.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!