Martin Tolak Pikirkan Gelar Juara Dunia Meski Raih Podium di Mugello
Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, menegaskan bahwa dirinya sama sekali belum memikirkan persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Penegasan ini dilontarkan The Martinator meski baru saja mengamankan podium kedua yang "tak terlupakan" dalam balapan penuh drama di GP Italia, akhir pekan lalu.
Martin memilih bersikap realistis dan langsung menarik rem darurat saat dihujani pertanyaan terkait peluang juara. Bagi pembalap asal Spanyol tersebut, fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsistensi performa bersama Aprilia, alih-alih terbebani oleh kalkulasi poin klasemen yang masih sangat panjang.
Dominasi Aprilia dan Pengalaman Magis Mugello
Akhir pekan di Mugello menjadi momentum krusial bagi Aprilia Racing yang sukses mengunci finis 1-2 lewat performa dominan Bezzecchi dan Martin. Bagi Martin, hasil ini juga menjadi penawar luka yang sempurna setelah insiden frustrasi di Catalunya seri sebelumnya.
Melihat ribuan pasang mata bersorak di bawah podium ikonik Italia memberikan kesan mendalam bagi pembalap bernomor 89 tersebut. Kendati demikian, Martin memilih untuk tetap membumi dan enggan menaruh beban perebutan titel di pundaknya sedini ini.
Baca juga: Jorge Martin Klaim Sudah Menyatu dengan Aprilia Jepang GP Spanyol
"Saya senang untuk Marco; podiumnya sangat mengesankan. Hanya berada di sana, melihatnya, dan emosi saat itu, bahkan mendengar lagu kebangsaan [Italia], sangat indah. Pasti bagi Marco itu akan menjadi sesuatu yang tak terlupakan," katanya.
"Meskipun saya kalah dalam balapan, itu tidak ada hubungannya dengan bisa berbahagia untuk rekan setim saya, yang memberikan segalanya seperti yang saya lakukan. Saya senang dia menikmatinya. Saya rasa saya belum pernah memiliki rekan setim yang mendorong saya sekeras Marco, dan itu membuat saya banyak berkembang.
"Tentu saja saya ingin menang pada hari Minggu; apa pun yang berarti mengurangi poin dari Marco akan positif bagi kami, tetapi di salah satu trek terbaiknya dan di depan para penggemarnya, mampu finis di posisi kedua adalah hasil yang sangat bagus. Kita harus terus melanjutkan di jalur ini."
Mengikis Ego, Menolak Tekanan
Sikap tenang dan penuh kendali yang ditunjukkan Martin di Mugello sangat kontras dengan ketegangan yang sempat terjadi di garasi Aprilia beberapa pekan lalu. Setelah kegagalan finis akibat insiden di Catalunya, keharmonisan yang kembali tercipta di Mugello membuktikan kematangan mental sang pembalap.
Saat ini, Martin berada di posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 156 poin, membuntuti rekan setimnya, Bezzecchi, yang memimpin dengan selisih 17 poin. Dengan performa motor RS-GP26 yang terus memecahkan rekor kecepatan, termasuk top speed impresif Martin yang menyentuh 368,6 km/jam di sesi latihan, banyak pihak menilai duo Aprilia ini akan terlibat dalam perang saudara demi gelar juara dunia.
Namun, Martin bersikeras bahwa fokus utamanya hanyalah terus berkembang di setiap seri, bukan mengalkulasi poin kejuaraan.
"Saya akan selalu berjuang untuk gelar juara, saya akan selalu berjuang untuk menjadi juara, selama masih ada kemungkinan secara matematis," jelasnya.
Baca juga: Martin Akui Musim Buruk 2025, Tetapi Takkan Redupkan Warisan Juara Dunia
"Tetapi memikirkan hal itu, tentang gelar juara, saat ini sama sekali tidak memberi saya kontribusi apa pun. Yang memberi saya kontribusi adalah bekerja setiap hari di rumah, bangun pagi setiap hari dan berlatih selama tujuh jam nonstop, dan itulah yang akan membawa saya, pada akhir tahun, untuk berjuang memperebutkan gelar juara, atau tidak. Kita lihat saja nanti."
Dengan ditutupnya lembaran Mugello, fokus paddock kini langsung beralih ke seri berikutnya di Balaton Park, Hungaria. Di saat rival-rivalnya mulai memetakan strategi jangka panjang demi mengejar ketertinggalan poin, Jorge Martin memilih untuk melangkah satu per satu, membawa pulang memori indah Mugello tanpa membiarkan beban mahkota juara mengabaikan proses adaptasi hebatnya bersama Aprilia.