Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
George Russell mendapat pukulan besar dalam upayanya mengejar gelar juara dunia Formula 1 2026 setelah Mercedes mengonfirmasi bahwa ia akan menjalani penalti grid pada Grand Prix Singapura akhir pekan ini. Pembalap Inggris tersebut dipaksa menggunakan unit tenaga baru setelah mengalami kegagalan power unit pada penghujung Grand Prix Bahrain yang digelar di Sepang, Malaysia.
Russell ketika itu sedang berada di posisi ketiga dan berpeluang mengamankan podium sebelum masalah teknis menghentikan balapannya dengan hanya lima lap tersisa. Mercedes kemudian memastikan kegagalan tersebut bersifat mekanis dan kerusakan yang terjadi membuat tim harus mempercepat penggunaan mesin baru yang sebelumnya direncanakan untuk balapan di Austin.
Mercedes telah menggunakan seluruh alokasi empat mesin Russell untuk musim 2026. Penggunaan unit tenaga tambahan di Singapura berarti pembalap berusia 28 tahun tersebut akan terkena penalti sesuai regulasi Formula 1.
Besarnya penalti bergantung pada komponen power unit yang diganti, tetapi Mercedes mengatakan dampaknya adalah Russell harus memulai Grand Prix dari belakang grid. Penalti tersebut hanya berlaku untuk balapan utama pada Minggu, bukan Sprint yang akan menjadi bagian dari akhir pekan perdana F1 di Singapura.
Baca juga: GP Bahrain di Malaysia: Verstappen Menang dalam Balapan Penuh Drama
Situasi ini menjadi semakin merugikan karena Marina Bay merupakan salah satu sirkuit yang paling sulit untuk melakukan overtaking. Russell juga merupakan pemenang Grand Prix Singapura musim lalu setelah memulai balapan dari pole position.
Retirement di Sepang menjadi salah satu momen paling mengecewakan Russell pada musim ini. Ia berada di jalur untuk finis ketiga dan membawa pulang 15 poin, tetapi masalah power unit memaksanya menghentikan Mercedes ketika Safety Car berada di lintasan.
Rekan setimnya, Kimi Antonelli, justru finis kedua dan memperlebar keunggulannya atas Russell dalam klasemen pembalap menjadi 84 poin. Dengan hanya tujuh seri tersisa, posisi Russell dalam perebutan gelar kini semakin sulit.
Reliabilitas telah menjadi salah satu masalah bagi Russell sepanjang musim. Ia sebelumnya juga kehilangan kesempatan meraih poin besar akibat sejumlah insiden teknis dan kegagalan menyelesaikan balapan.
Baca juga: Verstappen Bangga Usai Raih Kemenangan Perdana di Musim 2026
Toto Wolff mengakui bahwa kegagalan di Malaysia sangat membuat frustrasi, terutama karena Russell tampil kuat dan berada di posisi podium sebelum masalah tersebut terjadi.
Selain penalti grid, Mercedes juga harus memastikan unit tenaga baru tersebut dapat bertahan hingga akhir musim. Tim sebelumnya berencana mengambil penalti di Austin, sirkuit yang menawarkan lebih banyak peluang menyalip dibandingkan Marina Bay, tetapi kerusakan di Malaysia memaksa mereka mengubah rencana.
Russell masih memiliki kesempatan mencetak poin melalui Sprint pada Sabtu. Karena penalti hanya diterapkan pada Grand Prix, hasil kualifikasi Sprint dapat memberinya peluang untuk mengurangi dampak akhir pekan yang sejak awal sudah berat.
Namun, tantangan pada balapan utama tetap besar. Start dari belakang di sirkuit jalan raya yang sempit membuat Russell membutuhkan strategi, manajemen ban dan momentum Safety Car yang tepat untuk bisa kembali masuk zona poin.
Dengan selisih 84 poin dari Antonelli, Russell membutuhkan akhir musim yang hampir sempurna untuk menjaga peluang juara dunia tetap hidup. Penalti di Singapura membuat tugas tersebut semakin berat.
Setelah kegagalan mesin di Malaysia menghapus peluang podium, Russell kini harus memulai kembali perjuangannya dari posisi paling belakang di Marina Bay. Bagi Mercedes, akhir pekan Singapura akan menjadi ujian besar untuk melihat apakah sang pebalap mampu membalikkan keadaan di tengah persaingan gelar yang semakin ketat.