Tuntut Kejujuran Wasit, Conte Berang Setelah Napoli Digilas Juventus
Antonio Conte kembali ke Turin dengan harapan besar, namun pulang dengan amarah yang tertahan. Setelah Napoli dipaksa menyerah 3-0 oleh Juventus yang tampil klinis pada Minggu malam (25/1/2026), pelatih kharismatik tersebut menolak untuk menyalahkan para pemainnya. Sebaliknya, ia membidik standar pengadilan lapangan dan menyebut spekulasi mengenai peluang juara timnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
Kekalahan ini, yang diwarnai oleh performa tajam Jonathan David dan gol dari Kenan Yildiz serta Filip Kostic, menjadi pil pahit bagi sang juara bertahan. Napoli yang datang dengan kondisi skuad "pincang" akibat badai cedera, terlihat kesulitan meladeni intensitas tuan rumah yang kini ditangani Luciano Spalletti.
Tak Salahkan Pemain
Meski skor akhir terlihat mencolok, Conte pasang badan untuk anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi skuad yang terbatas, Giovanni Di Lorenzo dan kawan-kawan telah memberikan segalanya di lapangan.
“Selamat kepada mereka, tetapi juga kepada pemain saya,” kata Conte kepada Sky Sport.
Baca juga: David dan Yildiz Bawa Juventus Menang Meyakinkan 3-0 atas Napoli
“Hampir tidak ada yang perlu dicela, bahkan malam ini mereka telah memberikan segalanya. Terkadang Anda berhasil melewati rintangan, terkadang tidak. Hari ini, kami hanya berhasil sebagian.”
“Untuk pertama kalinya dalam karier saya, saya memasukkan pemain yang belum pernah saya lihat sebelumnya [Giovane], seorang pemain muda yang baru datang kemarin. Kami sedang berlayar di lautan lepas, tetapi kami tidak akan turun dari kapal. Kami ingin berjuang dengan segenap kekuatan kami, mengetahui bahwa kami hidup dalam situasi yang hampir tidak dapat dipercaya.”
Tuntutan Kejujuran Wasit
Kemarahan Conte mulai tersulut saat membahas kepemimpinan wasit Maurizio Mariani dan keputusan VAR di ruang kontrol. Conte, yang memang dikenal vokal terhadap penggunaan teknologi dalam sepak bola, menyiratkan adanya ketidakkonsistenan yang merugikan timnya.
Napoli memprotes potensi penalti sebelum jeda, dengan Conte menuntut peninjauan VAR di lapangan.
“Saya tidak melihatnya. Saya memberi tahu Mariani, yang menjadi wasit kami saat melawan Verona, bahwa dia dua kali dipanggil ke VAR dan mengubah keputusannya. Ini adalah situasi di lapangan; kita terlalu banyak bicara, dan itu tidak baik,” tambah Conte.
“Semoga selalu ada kejujuran dari mereka yang menonton dan mereka yang menjadi wasit. Kami berharap pertandingan berjalan bersih tanpa hal-hal aneh. Jika ada kesalahan, itu haruslah kesalahan manusia. Dulu, orang lebih mentolerirnya, karena itu adalah kesalahan manusia. Dengan adanya video, lebih sulit untuk menerimanya.”
Baca juga: Napoli Ditahan Imbang 1-1 Lawan 10 Pemain Copenhagen
Realita Gelar Juara
Saat ditanya apakah kekalahan ini secara resmi mengakhiri peluang Napoli untuk mempertahankan gelar Scudetto, Conte meledak. Dengan Napoli yang kini terlempar dari tiga besar dan tertinggal 9 poin dari Inter Milan di puncak klasemen, ia merasa pertanyaan semacam itu tidak berdasar pada realitas.
“Itu pertanyaan yang tidak masuk akal saat ini. Kami tidak akan turun dari kapal karena masih ada 16 pertandingan liga tersisa, dan masih banyak tujuan yang ingin dicapai. Kami berusaha melakukan yang terbaik, dengan tetap menjaga sikap sebaik mungkin,” tegas Conte.
“Para pemain memberikan segalanya. Saya melihat apa yang mereka alami, bahkan mempertaruhkan kondisi fisik mereka dengan bermain setiap tiga hari. Tidak dapat dihindari bahwa pada akhirnya seseorang akan cedera. Saya harap tidak. Musim ini sungguh luar biasa; lebih baik tersenyum; itu berarti kita membayar atas sesuatu yang telah kita lakukan di masa lalu.”
Kekalahan ini meninggalkan Napoli di posisi keempat klasemen, hanya unggul satu poin di atas Juventus.