Hanya lima hari setelah disingkirkan secara menyakitkan dari Coppa Italia oleh lawan yang sama, AS Roma berhasil membalas dendam dengan tuntas. Bertandang ke Stadio Olimpico Grande Torino, pasukan Gian Piero Gasperini sukses membawa pulang tiga poin berharga lewat kemenangan meyakinkan 2-0 atas Torino pada laga pekan ke-21 Serie A, Senin (19/1) dini hari WIB.

Kemenangan ini tak hanya mengobati luka kekalahan di Coppa Italia, tetapi juga memastikan Giallorossi tetap kokoh di zona empat besar klasemen sementara, bersaing ketat dengan Napoli dan AC Milan di papan atas.

Debut Impian Donyell Malen

Cerita utama malam ini adalah Donyell Malen. Rekrutan anyar Roma di bursa transfer musim dingin tersebut hanya butuh waktu 26 menit untuk mencetak gol pertamanya bagi klub. 

Penyerang asal Belanda ini menunjukkan ketenangan luar biasa saat menerima umpan terobosan cerdik dari Paulo Dybala, sebelum menaklukkan kiper Torino, Alberto Paleari, dengan penyelesaian akhir yang dingin.

Baca juga: AS Roma Tersingkir dari Coppa Italia Setelah Dibungkam Torino

Dominasi Roma di babak pertama terlihat jelas dari penguasaan bola. Meski Torino mencoba melawan lewat aksi Che Adams yang sempat merepotkan pertahanan tamu di babak sebelumnya, kali ini duet Gianluca Mancini dan Evan Ndicka tampil jauh lebih disiplin dan tanpa cela.

La Joya Mengunci Kemenangan

Di babak kedua, Torino mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, AS Roma yang tampil lebih pragmatis justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-72.

Berawal dari tembakan keras Dybala di tepi kotak penalti yang sempat ditepis, bola liar berhasil diolah kembali oleh Devyne Rensch, yang memberikan umpan kepada Dybala. Pemain Argentina tersebut lalu melakukan sontekan dengan kaki luarnya untuk memastikan kemenangan 2-0. Gol ini sekaligus menjadi bukti bahwa Dybala tetap menjadi nyawa permainan Roma, dengan kontribusi satu gol dan satu assist dalam laga ini.

Baca juga: Ferguson dan Dovbyk Bersinar, AS Roma Bungkam Lecce 2-0

Debut Robinio Vaz dan Soliditas Gasperini

Di sisa waktu pertandingan, Gasperini memberikan kesempatan debut bagi talenta muda Prancis, Robinio Vaz, yang baru saja didatangkan dari kancah sepak bola Prancis. 

Meski hanya bermain singkat, kehadirannya menambah energi di lini depan Roma untuk menjaga tekanan agar Torino tidak leluasa membangun serangan dari belakang.

Setelah sempat mengalami fluktuasi hasil di akhir tahun 2025, kemenangan atas Torino ini menunjukkan kematangan mental skuad Roma. Keberhasilan Malen beradaptasi secepat kilat memberikan opsi baru di lini serang yang sebelumnya terlalu bergantung pada Artem Dovbyk. Jika konsistensi ini terjaga, posisi empat besar hanyalah target minimal bagi tim ibu kota musim ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!