Ditikung Chelsea, Inter Sakit Hati Ditolak Marco Palestra
Direktur olahraga Inter Milan, Piero Ausilio, tidak menahan diri saat berbicara dalam pembukaan resmi bursa transfer Serie A di Rimini. Ia secara blak-blakan mengakui bahwa Nerazzurri benar-benar ditolak oleh bintang muda yang sedang naik daun, Marco Palestra, yang lebih memilih bergabung dengan Chelsea.
Ausilio menunjuk langsung pada jurang finansial yang memisahkan Italia dengan Premier League, sembari melayangkan kritik terselubung kepada pemilik Inter, Oaktree Capital. Namun, ia juga melontarkan pengakuan mengejutkan terkait kegagalannya di masa lalu dalam perburuan Sandro Tonali.
Penolakan ala Abege dan Batasan Finansial
Persaingan untuk memperebutkan bek sayap berbakat milik Atalanta, Marco Palestra, berujung dramatis ketika Chelsea berhasil menikung negosiasi Inter yang sudah berjalan berminggu-minggu hanya dalam waktu 24 jam. Meskipun Inter telah meletakkan pondasi transfer sejak lama, raksasa Premier League tersebut memamerkan kekuatan finansial mereka, meninggalkan sang juara bertahan Italia dengan tangan hampa.
Ausilio menyamakan kegagalan transfer Palestra dengan memori remaja yang menyakitkan. Ia menggunakan kesempatan ini untuk menyoroti betapa sulitnya klub-klub Italia bersaing dengan uang Inggris di bawah kerangka finansial Inter saat ini yang diawasi oleh Oaktree.
"Saya ditolak dengan cara yang belum pernah saya rasakan lagi sejak saya mengajak seorang gadis berkencan saat masih di sekolah," aku Ausilio.
Baca juga: Inter Ikat Chivu dengan Kontrak Baru Hingga 2028
"Itu adalah penolakan mutlak. Kami sudah melakukan apa yang harus kami lakukan, tetapi tawaran maksimal kami kurang dari setengah dari apa yang bisa diberikan pihak lain. Ini adalah penolakan yang telak, dan kami harus menerimanya dengan lapang dada."
Komentar sang direktur menggarisbawahi rasa frustrasi yang kian memuncak di departemen olahraga Inter. Sejak Oaktree Capital Management mengambil alih klub, perusahaan investasi asal Amerika Serikat tersebut menerapkan disiplin anggaran yang sangat ketat, memprioritaskan stabilitas finansial alih-alih perang harga di pasar transfer.
Meskipun kebijakan ini membuat pembukuan Inter stabil, hal itu secara efektif memborgol tangan Ausilio ketika Chelsea datang dengan paket penawaran yang jauh lebih menggiurkan, baik untuk Atalanta maupun bagi bek berusia 21 tahun tersebut.
Lengah dalam Perburuan Sandro Tonali
Di saat Ausilio melimpahkan kesalahan saga Palestra pada keterbatasan finansial Inter, ia justru berjiwa besar untuk bertanggung jawab penuh atas kegagalan transfer profil tinggi lainnya di masa lalu.
Mengenang musim panas tahun 2020, direktur Inter itu mengaku bahwa penyesalan terbesarnya adalah melewatkan kesempatan untuk mengamankan Sandro Tonali saat sang gelandang masih bersinar bersama Brescia.
"Situasi di mana saya benar-benar seharusnya bisa berbuat lebih banyak adalah saat memburu Sandro Tonali ketika dia masih di Brescia," aku Ausilio. "Dalam situasi spesifik tersebut, saya benar-benar lengah."
Alih-alih pindah ke sisi biru kota Milan, Tonali justru bergabung dengan rival abadi mereka, AC Milan. Di sana, ia memenangkan Scudetto sebelum akhirnya mendatangkan keuntungan finansial raksasa bagi Brescia dan Milan lewat transfer senilai lebih dari €60 juta ke Newcastle United pada tahun 2023.
Baca juga: Marotta Ungkap Mimpi Inter di UCL dan Siap Amankan Bastoni dari Bidikan Barcelona
Berbeda dengan kasus Palestra, di mana tangan Inter terikat oleh kebijakan pemilik, kegagalan merekrut Tonali murni kesalahan taktis dalam momentum, sebuah kelalaian yang jelas belum bisa dilupakan oleh Ausilio.
Realitas Pahit bagi Serie A
Kejujuran Ausilio yang brutal namun menyegarkan ini menyoroti tren yang mengkhawatirkan bagi sepak bola Italia saat jendela transfer musim panas mulai memanas. Bahkan sebagai juara bertahan Serie A, Inter mendapati diri mereka secara struktural tidak mampu bersaing dengan klub-klub elite Premier League begitu seorang pemain masuk dalam radar pemandu bakat Inggris.
Dengan Palestra yang kini bersiap menuju Stamford Bridge untuk bergabung dalam proyek Xabi Alonso, Inter harus segera mengubah haluan. Ausilio menegaskan bahwa klub harus segera melupakan ini, seraya mencatat bahwa dunia sepak bola mengingat kekalahan jauh lebih lama daripada kemenangan.
Namun, kecuali Oaktree bersedia melonggarkan dompet mereka, direktur veteran ini tampaknya harus terbiasa menerima beberapa penolakan lagi sebelum bursa transfer resmi ditutup.