Carlos Cuesta resmi melepaskan jabatannya sebagai pelatih kepala Parma setelah klub Serie A tersebut mengonfirmasi perpisahan melalui "kesepakatan bersama" pada Minggu. 

Keputusan mengejutkan ini diambil hanya beberapa hari setelah pelatih asal Spanyol tersebut membawa timnya meraih kemenangan perdana musim ini melawan Genoa.   

Keretakan Visi Proyek dan Strategi Transfer

Dalam pernyataan resminya, manajemen Parma mengungkapkan bahwa negosiasi yang berlangsung usai pertandingan menyimpulkan bahwa kondisi untuk melanjutkan kerja sama profesional sudah tidak lagi memungkinkan, terutama terkait arah pengembangan proyek olahraga dan strategi transfer klub.   

“Parma Calcio 1913 mengumumkan bahwa Carlos Cuesta telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Pelatih Kepala Tim Utama Putra. Setelah diskusi internal antara pihak Klub dan Pelatih, disepakati bahwa syarat-syarat untuk melanjutkan kerja sama ini serta kemajuan proyek olahraga klub tidak terpenuhi. Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan bersama,” tulis Parma dalam pernyataan resminya.

“Sesi latihan besok sore, Senin 28 September, akan dipimpin oleh staf teknis Klub sembari proses pencarian Pelatih Kepala yang baru dimulai.”

Baca juga: Fabregas Petik Pelajaran dari Arsenal Usai Kemenangan Krusial atas Parma

“Presiden Kyle J. Krause, CEO Federico Cherubini, dan seluruh elemen Klub mengucapkan terima kasih kepada Carlos Cuesta beserta stafnya atas kerja keras, dedikasi, dan profesionalisme yang mereka tunjukkan selama masa kerja sama ini. Kami semua mendoakan yang terbaik bagi karier profesional maupun kehidupan pribadi mereka di masa mendatang.”

Mantan asisten Mikel Arteta di Arsenal tersebut menangani Parma sejak musim panas 2025. Pada musim pertamanya, juru taktik berusia 31 tahun itu mencatatkan sejarah sebagai pelatih termuda kedua sepanjang sejarah Serie A dan berhasil mengantar I Crociati finis di peringkat ke-12.   

Kemenangan Atas Genoa dan Pesan Perpisahan Cuesta

Perpisahan ini terbilang mendadak mengingat Cuesta baru saja mengawal kemenangan 2-1 atas Genoa di Stadio Ennio Tardini, hasil yang mendongkrak posisi Parma ke peringkat ke-15 klasemen sementara Serie A.   

Melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, Cuesta menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya selama memimpin klub Italia tersebut.   

"Ini adalah satu setengah tahun yang intens, di mana saya mengerahkan seluruh kemampuan saya—hingga hari terakhir—demi tim dan klub yang sangat dekat di hati saya," tulis Cuesta.

Baca juga: Aston Villa Resmi Amankan Zion Suzuki dan Matteo Ruggeri

"Kami adalah keluarga yang bersatu dan berjuang hingga menit terakhir demi meraih apa yang selalu kami inginkan: kemenangan.”

Langkah Parma Menatap Laga Melawan Inter Milan

Manajemen Parma mengonfirmasi bahwa sesi latihan tim untuk sementara waktu akan dipimpin oleh staf teknis internal klub. Beberapa nama pelatih berpengalaman, termasuk Roberto D'Aversa dan Alberto Gilardino, mulai muncul sebagai kandidat potensial untuk mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan Cuesta.   

Parma kini memiliki waktu selama jeda internasional untuk menunjuk pelatih baru sebelum melakoni ujian berat menghadapi juara bertahan Inter Milan pada 10 Oktober mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!