Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menyebut kemenangan 4-0 atas RB Salzburg dalam lanjutan Liga Europa 2026-2027 sebagai malam yang menyenangkan bagi timnya. Namun, pelatih asal Portugal tersebut menegaskan bahwa Rossoneri masih memiliki banyak ruang untuk berkembang, baik sebagai tim maupun secara individu.
Milan tampil tajam ketika bertandang ke Red Bull Arena. Alphadjo Cisse menjadi bintang utama dengan mencetak hattrick, sedangkan Gonçalo Ramos melengkapi kemenangan melalui gol pada babak kedua.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Milan di fase liga Liga Europa musim ini setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Benfica. Meski puas dengan hasil akhir, Amorim menilai skor telak itu tidak serta-merta mencerminkan penampilan sempurna dari anak asuhnya.
Berbicara setelah pertandingan, Amorim mengakui bahwa Milan pernah menunjukkan permainan yang lebih baik dalam beberapa laga sebelumnya. Menurutnya, perbedaan utama kali ini terletak pada kemampuan para pemain memaksimalkan peluang dan mengubah dominasi menjadi gol.
“Kami pernah mengontrol pertandingan dengan lebih baik dalam laga-laga lain, tetapi kali ini kami berhasil mencetak gol. Kami pernah bermain lebih baik sebagai sebuah tim, tetapi kami terlalu berfokus pada hasil. Masih ada hal-hal yang harus diperbaiki, tetapi ini malam yang menyenangkan,” ujar Amorim, dikutip dari Football Italia.
Baca juga: Europa League: Hattrick Cisse Bawa AC Milan Hajar RB Salzburg 4-0
Amorim juga menyoroti sejumlah peluang Salzburg yang berpotensi membahayakan pertahanan Milan. Ia menilai lawan masih memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol, sehingga timnya tidak boleh terlena hanya karena berhasil menang dengan margin empat gol.
Pelatih tersebut juga menekankan pentingnya rotasi skuad. Beberapa pemain yang tidak banyak mendapatkan kesempatan di Serie A, termasuk Omari Hutchinson, Ardon Jashari, dan Davide Bartesaghi, memperoleh kesempatan tampil dan memberikan kontribusi positif.
Menurut Amorim, seluruh pemain harus siap ketika dibutuhkan. Ia menginginkan skuad dengan kedalaman yang cukup agar Milan mampu menjaga daya saing sepanjang musim, terutama ketika menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik dan Eropa.
Cisse menjadi pusat perhatian setelah mencetak tiga gol dalam pertandingan tersebut. Pemain berusia 19 tahun itu mencatatkan sejarah sebagai pemain Italia termuda yang mencetak hattrick dalam kompetisi antarklub Eropa.
Meski demikian, Amorim menolak menganggap performa tersebut sebagai alasan untuk berhenti menuntut perkembangan dari sang pemain. Ia menilai Cisse masih dapat meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam latihan, penguasaan bola, dan situasi satu lawan satu.
“Dia tidak berutang apa pun kepada saya. Dia mendapatkan kesempatan karena apa yang telah dilakukannya sendiri. Dia tahu bagaimana bermain dengan eksplosif dan memiliki semangat besar, tetapi dia masih bisa tampil lebih baik dalam latihan maupun pertandingan,” ujar Amorim.
Baca juga: Beri Pemain Milan Kebebasan di Lapangan, Amorim Tak Ingin Ulangi Kesalahan di MU
Ia tetap memberikan apresiasi kepada Cisse atas pencapaian istimewa tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa pemain muda itu memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan.
Selain Cisse, Amorim secara khusus membahas Francesco Camarda yang mendapatkan kesempatan tampil dalam pertandingan melawan Salzburg. Berbeda dengan rekan setimnya yang mencetak tiga gol, penyerang muda tersebut dinilai belum mampu memberikan pengaruh yang cukup besar dalam permainan.
Amorim menilai Camarda masih perlu meningkatkan daya ledak dan kecepatannya. Menurutnya, pemain berusia 18 tahun itu sudah memahami banyak hal ketika berada di dalam kotak penalti, tetapi masih membutuhkan perkembangan fisik dan pergerakan agar lebih efektif menghadapi bek lawan.
“Dia perlu meningkatkan daya ledak dan kecepatannya. Itulah yang masih kurang. Dia sudah memahami banyak hal di dalam kotak penalti, dan kami sedang bekerja untuk memperbaikinya,” ujar Amorim.
Sang pelatih juga menegaskan bahwa Camarda akan mendapatkan kesempatan untuk bermain selama 90 menit. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Milan tetap memberikan kepercayaan kepada talenta mudanya, meskipun perkembangan mereka harus berjalan melalui proses latihan dan pengalaman bertanding.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa perhatian Milan kini beralih ke pertandingan berikutnya melawan Atalanta di Serie A. Ia berharap kemenangan di Austria menjadi landasan untuk memperbaiki konsistensi permainan, bukan sekadar pencapaian sesaat.