Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, secara dramatis membatalkan rencana kepindahannya senilai £40 juta dari AS Monaco ke Everton melewati tengah malam di hari terakhir bursa transfer. CEO Monaco, Thiago Scuro, mengonfirmasi bahwa sang pemain memutuskan mundur akibat merasa kecewa atas perlakuan dan penilaian tim medis Everton terhadap kondisi fisiknya.
Pemain berusia 25 tahun tersebut sebenarnya telah terbang ke Merseyside pada Selasa sore untuk menjalani pemeriksaan medis usai kedua klub menyepakati biaya transfer £40 juta. Namun, keraguan yang diembuskan staf medis Everton terkait kondisi fisiknya membuat proses transfer tersendat, yang sempat mendorong Everton berburu opsi pinjaman darurat ke Manchester United untuk Joshua Zirkzee serta Aston Villa untuk Tammy Abraham.
Setelah upaya pinjaman darurat tersebut ditolak, Everton kembali bernegosiasi dengan Monaco di penghujung Selasa malam untuk merestrukturisasi skema pembayaran, menyepakati uang muka yang lebih rendah dengan porsi bonus berbasis performa yang lebih besar.
Everton bahkan telah menyerahkan dokumen resmi kepada pihak Premier League beberapa menit sebelum batas waktu pukul 11 malam demi mengamankan waktu tambahan untuk merampungkan berkas.
Baca juga: Jack Grealish Resmi Kembali ke Everton dengan Status Pinjaman dari Manchester City
Meski kesepakatan antar-klub telah ditandatangani, Balogun secara mengejutkan menolak membubuhkan tanda tangannya sesaat setelah melewati tengah malam dan memilih meninggalkan meja perundingan.
"Di detik-detik terakhir, sang pemain memutuskan untuk tidak menandatangani kontrak," ungkap Scuro.
“Pada dasarnya, keluhan Balogun adalah: "Saya merasa tidak nyaman dengan perlakuan klub terhadap saya. Saya merasa tidak nyaman dengan cara departemen medis Everton menimbulkan keraguan mengenai masa depan atau kondisi kesehatan saya. Tidak ada masalah apa pun pada diri saya, jadi saya merasa tidak nyaman untuk menandatangani kontrak jangka panjang di sini." Dan begitulah akhir dari bursa transfer kami.”
Keputusan mendadak Balogun menjadi penutup kelam bagi jajaran manajemen Everton di hari terakhir bursa transfer. Setelah sebelumnya mengizinkan penjualan Beto ke Fiorentina serta Iliman Ndiaye ke Manchester City, batalnya kepindahan ini membuat manajer David Moyes hanya memiliki Thierno Barry sebagai satu-satunya penyerang senior murni yang tersisa untuk mengarungi kompetisi musim gugur.
Baca juga: Balogun Akui Intervensi Sanksi FIFA Picu Ketegangan di Skuad AS
Drama ini turut memicu efek domino di Ligue 1 dan Premier League. Monaco sempat menyetujui penjualan gelandang Lamine Camara ke Chelsea saat negosiasi Balogun tertahan, namun menarik diri dari kesepakatan dengan Chelsea begitu Everton menghidupkan kembali pembicaraan untuk Balogun.
Scuro menegaskan bahwa ia tidak ingin memicu konflik dengan Everton atau Chelsea terkait transfer ini, namun ia menepis kekhawatiran Everton mengenai hasil tes medis Balogun.
Keputusan akhir Balogun untuk membanting pintu negosiasi pada akhirnya membuat Everton dan Chelsea sama-sama gigit jari, sementara sang penyerang dipastikan tetap berseragam Monaco.