Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, menyatakan kekhawatiran mendalam apabila pemilik Manchester City memutuskan untuk menjual klub usai putusan bersalah atas pelanggaran aturan finansial Premier League. Burnham menegaskan bahwa kontribusi pemilik klub telah menjadi pilar utama dalam modernisasi kota Manchester serta transformasi The Citizens menjadi kekuatan sepak bola global.   

Pernyataan PM Inggris tersebut muncul setelah komisi independen memutuskan Manchester City terbukti bersalah atas seluruh pelanggaran terkait regulasi keuangan selama sembilan musim. Keputusan tersebut mengungkap adanya skema penggelembungan pendapatan dan penyembunyian biaya melalui serangkaian transaksi komersial “palsu”.   

Kontribusi Pemilik dan Pembangunan Kota

Dalam wawancaranya bersama BBC, Burnham menekankan bahwa dampak kehadiran City Football Group (CFG) tidak hanya terbatas pada pencapaian trofi di lapangan, melainkan juga investasi masif pada infrastruktur publik dan kawasan di sekitar Etihad Stadium.   

"Saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka," kata Burnham. “Mereka telah menjadi mitra yang sangat penting dalam pembangunan Manchester modern dan, tentu saja, dalam menjadikan Manchester City kekuatan global seperti sekarang ini.”

Baca juga: Pep Guardiola Pasang Badan Usai Manchester City Dinyatakan Bersalah

Mantan Wali Kota Greater Manchester itu juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas investasi berkesinambungan yang dialirkan pemilik klub ke dalam komunitas lokal. Menurutnya, potensi kepergian pemilik akan membawa dampak luas yang melampaui ranah olahraga semata.   

"Saya sungguh berterima kasih kepada City Football Group dan pihak pemilik secara keseluruhan atas dana yang tidak hanya mereka investasikan pada [Stadion] Etihad dan kawasan di sekitarnya, tetapi juga bagi kota ini,” tambahnya.

Tak Ada Intervensi

Menanggapi besarnya tekanan publik dan sorotan media, Burnham mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terburu-buru menghakimi sebelum seluruh proses legal selesai ditempuh. 

Ia membandingkan situasi ini dengan pengalaman saat membela klub kesayangannya, Everton, yang sempat dijatuhi sanksi pengurangan poin akibat regulasi Profit and Sustainability (PSR).   

Burnham bersikeras bahwa ia tidak akan terlibat dalam proses ini, terlepas dari potensi dampak pemberian sanksi terhadap City bagi hubungan perdagangan antara Inggris dan Abu Dhabi, yang bernilai sekitar £30 miliar per tahun.

"Saya tidak bisa terlalu jauh mencampuri proses ini," ujarnya. "Tindakan seperti itu tidaklah tepat. Menurut saya, keliru jika langsung mengambil kesimpulan sebelum benar-benar mempelajari seluruh rinciannya. Namun, proses ini jelas masih berjalan, dan karena Manchester City masih menyanggahnya, saya rasa tepat jika saya tidak berkomentar lebih jauh lagi.

Baca juga: Rooney Tolak Wacana Pencopotan Gelar Juara Man City 2011-12

"Everton pernah berada dalam situasi serupa beberapa tahun lalu, dan Anda mungkin ingat bahwa saya membela Everton saat itu. Saya masih berpegang teguh pada pandangan bahwa mereka tidak diperlakukan secara adil dalam proses tersebut. Saya ingat saat itu banyak orang menyatakan Everton bersalah, dan jika menengok kembali ke belakang, saya rasa kini lebih banyak orang yang berpendapat bahwa cara penanganan masalah itu tidaklah adil."

Pengawas Independen Monitor Situasi dan Proses Banding

Di saat yang sama, Badan Pengawas Sepak Bola Independen (IFR) mengonfirmasi sedang memantau perkembangan kasus ini secara cermat. Ketua IFR mengindikasikan bahwa vonis tersebut menimbulkan isu-isu serius terkait kelayakan pemilik dan eksekutif klub, di mana IFR memiliki kewenangan untuk mengevaluasi lisensi kepemilikan setelah seluruh proses disipliner resmi berakhir.   

Pihak Manchester City dengan tegas membantah seluruh tuduhan dan telah menyatakan niatnya untuk mengajukan banding sebelum batas waktu resmi. Dengan ancaman sanksi yang membentang dari denda besar, pengurangan poin, hingga potensi pencabutan gelar dan degradasi, masa depan kepemilikan klub di Etihad Stadium kini menjadi pusat perhatian utama lanskap sepak bola dunia.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!