Dalam salah satu pengakuan paling mengejutkan sepanjang sejarah sepak bola modern, José Mourinho mengungkapkan bahwa dirinya telah menandatangani kesepakatan resmi untuk menggantikan Sir Alex Ferguson sebagai manajer Manchester United pada musim panas 2013, sebelum akhirnya mundur sambil meneteskan air mata demi kembali ke Chelsea.

Skenario dramatis yang mengubah arah sejarah sepak bola Inggris selama lebih dari satu dekade ini terungkap dalam serial dokumenter tiga bagian terbaru dari Netflix berjudul Mourinho. Baik sang pelatih asal Portugal maupun Ferguson sendiri mengonfirmasi detail rahasia yang tersimpan rapi selama bertahun-tahun di balik keputusan pensiunnya manajer legendaris asal Skotlandia tersebut.

Kesepakatan Rahasia di Old Trafford

Setelah menyelesaikan masa bakti yang menguras energi selama tiga tahun di Real Madrid, Mourinho tengah mencari petualangan barunya pada musim semi 2013. Ketika Ferguson memutuskan untuk mengakhiri 26 tahun masa kepemimpinannya yang penuh kejayaan di Old Trafford usai mengamankan gelar Premier League ke-13, ia secara pribadi membidik Mourinho sebagai suksesor pilihannya.

"Saya bergabung dengan Chelsea pada tahun 2013, namun ada sesuatu yang tidak diketahui siapa pun pada masa itu," kata Mourinho. "Saya rasa saya bisa mengungkapkannya karena kejujuran ini tidak merugikan siapa pun, dan tujuan dari karya yang sedang kita garap ini adalah untuk menyampaikan kebenaran. Saat meninggalkan Real Madrid, saya sudah menandatangani kesepakatan untuk bergabung dengan Manchester United sebagai penerus Sir Alex.

Baca juga: Mourinho Blak-Blakan Soal Real Madrid, Mbappé, dan Sindir Kontradiksi Barcelona

"Tentu saja saya merasa sangat tersanjung, karena Manchester United memiliki daya tarik yang luar biasa. Jika saya menyebut Real Madrid sebagai klub terbesar di dunia, maka saya harus mengakui bahwa posisi Manchester United sangatlah dekat dengan itu."

Ferguson turut membenarkan bahwa keduanya sempat bertemu untuk memfinalisasi transisi tersebut, meyakini bahwa kesepakatan sudah terkunci rapat sebelum Mourinho secara mendadak mengubah arah angin.

"Saya duduk bersamanya dan menjelaskan situasinya," kenang Ferguson. "Dan sejauh yang saya tahu, dia menerima penawaran tersebut. Namun hanya dalam hitungan jam, segalanya berubah."

Telepon Penuh Air Mata dan Janji kepada Chelsea

Keputusan emosional itu dipicu saat Mourinho merenungkan bulan-bulan terakhirnya yang penuh tekanan di Spanyol, di mana gesekan sengit dengan pemain dan media menguras mentalnya. 

Karena sudah terlanjur memberikan komitmen lisan kepada pemilik Chelsea Roman Abramovich untuk kembali ke Stamford Bridge, Mourinho menyadari bahwa ia butuh kembali ke tempat di mana dirinya merasa dicintai tanpa syarat.

Ferguson mengenang momen emosional saat Mourinho meneleponnya sambil menangis untuk membatalkan kontrak yang sudah disepakati.

"Suatu malam, dia menelepon saya sambil menangis," ujar Ferguson. "Dia berkata: 'Alex, saya tidak sanggup, saya sudah memberikan janji kepada Chelsea dan saya tidak akan mengingkari janji itu.' Saya bisa memahami alasan yang disampaikannya, namun saya merasa kecewa."

Menjelaskan alasannya, Mourinho mengakui bahwa meskipun menolak Old Trafford adalah hal yang sangat dramatis, ia lebih memprioritaskan ikatan emosional ketimbang gengsi.

Baca juga: Sir Alex Ferguson Dilarikan ke Rumah Sakit Jelang Kick-off Lawan Liverpool

“Namun, kecintaan terhadap sepak bola adalah satu hal, sedangkan kecintaan terhadap klub tertentu adalah hal yang berbeda. Menurut saya, hal ini lebih kuat daripada kecintaan terhadap sepak bola, dan pada dasarnya, setelah Real Madrid, saya perlu merasa dicintai.”

Efek Domino yang Mengubah Sepak Bola Inggris

Perubahan mendadak dari Mourinho memaksa Ferguson dan jajaran direksi Manchester United mencari opsi lain, hingga akhirnya menunjuk manajer Everton David Moyes dengan kontrak enam tahun. Moyes hanya bertahan selama sepuluh bulan, menandai dimulainya era penuh turbulensi bagi Old Trafford pasca-Ferguson.

Sementara itu, Mourinho kembali ke Stamford Bridge untuk periode keduanya dan sukses membawa Chelsea menjuarai Premier League serta Piala Liga pada musim 2014–2015. Ia pada akhirnya baru berlabuh di Manchester United tiga tahun kemudian pada 2016, mempersembahkan gelar Liga Europa dan Piala Liga selama dua setengah tahun masa kepemimpinannya.

"Kehilangan kesempatan untuk menjadi pelatih penerus Sir Alex Ferguson adalah hal yang dramatis, namun saya tidak menyesalinya karena itu adalah keputusan yang saya ambil dengan hati," ucap Mourinho.

"Dan menurut saya, sudah menjadi hukum alam bahwa ketika Anda melakukan sesuatu karena cinta, Anda tidak pernah melakukan kesalahan. Saya rasa begitulah adanya. Saya melakukannya karena cinta.

"Saya kembali dengan perasaan, ya, saya pulang ke rumah, namun juga dengan tanggung jawab besar, karena apa yang telah saya capai sebelumnya adalah sejarah, dan Anda tentu tidak ingin merusak warisan Anda sendiri."

Kini, saat publik melihat kembali masa transisi 13 tahun pasca-Ferguson di Old Trafford, pengakuan tentang apa yang sejatinya terjadi pada Mei 2013 berdiri sebagai salah satu pengandaian paling menarik dalam sejarah Premier League.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!