Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, menepis anggapan bahwa timnya mulai melesat meninggalkan para pesaing dalam perburuan gelar juara Premier League setelah memetik kemenangan spektakuler 5-3 atas Sunderland di Etihad Stadium pada Minggu. Maresca menegaskan bahwa perjalanan musim ini masih berada di fase awal dan "terlalu dini" untuk membicarakan peta persaingan juara.
Kemenangan penuh drama delapan gol tersebut mengukuhkan start sempurna The Citizens dengan mengoleksi 15 poin dari lima laga pembuka. Hasil ini sekaligus membawa armada Maresca unggul tiga poin di puncak klasemen atas juara bertahan Arsenal, yang menelan kekalahan 0-3 dari Brighton sehari sebelumnya.
Pertandingan di Etihad menyajikan kejar-kejaran skor yang memanjakan mata penonton netral namun membuat Maresca tegang di pinggir lapangan. City sempat dua kali memimpin lewat gol Enzo Fernández dan Rayan Cherki, tetapi Sunderland terus merespons berkat ketajaman Brian Brobbey.
Baca juga: Manchester City Tundukkan Sunderland 5-3 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Dua gol dari Antoine Semenyo serta torehan telat Erling Haaland akhirnya mengunci poin penuh bagi tuan rumah. Sementara itu, Brobbey mengukir catatan langka dengan mencetak hat-trick bagi tim yang menderita kekalahan, sebuah pencapaian yang terakhir kali terjadi di Premier League pada Desember 2007 saat Roque Santa Cruz membela Blackburn.
Dalam sesi jumpa pers usai laga, Maresca tak bisa menyembunyikan rasa puasnya atas raihan tiga poin sebelum jeda internasional, namun ia memberikan catatan kritis terhadap performa lini pertahanan timnya yang kebobolan tiga gol setelah sebelumnya mencatatkan empat clean sheet berturut-turut.
"Jauh lebih baik memenangkan pertandingan," ujarnya. "Saat ini, tentu saja lebih baik mengantongi tiga poin tambahan daripada tidak sama sekali. Namun, di saat yang sama, kita tahu bahwa kompetisi masih di tahap awal.
Baca juga: Carabao Cup: Debut Gemilang Samba Bawa Man City Menang 5-0 atas Noriwch City
“Saya lebih memilih menang 1-0 daripada 5-3, tetapi saya memperkirakan pertandingan yang sangat sulit, saya tahu betapa bagusnya mereka, terutama saat tidak menguasai bola, dan mereka sangat agresif. Saya tahu ini pertandingan yang berat, namun saya senang karena kami berhasil menemukan cara untuk memenangkannya.
Maresca menambahkan bahwa jeda internasional selama tiga pekan datang di waktu yang tepat bagi skuadnya untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap aspek yang perlu ditingkatkan, sekaligus memberikan waktu istirahat bagi para pemain.
Di kubu lawan, manajer Sunderland, Régis Le Bris, menyatakan rasa bangga atas perlawanan sengit yang ditunjukkan anak asuhnya meski diwarnai kekecewaan terkait dugaan handball yang mendahului salah satu gol City.
Le Bris menegaskan bahwa menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa memberikan pelajaran berharga bagi timnya untuk tampil lebih klinis di tingkat tertinggi.
“Sulit untuk tidak menganggapnya sebagai handball. Namun, begitulah kenyataannya dan kami harus menerima keputusan tersebut. Sulit untuk berkomentar. Ini memang kekalahan, tetapi kami bangga dengan kualitas skuad kami,” ujar Le Bris.
Baca juga: MU Tak Usah Mengeluh, Maresca Sebut City Masih Tunggu Permintaan Maaf 3 Tahun
“Persaingan di level ini sangat ketat saat menghadapi salah satu tim terbaik Eropa. Peluang yang tidak sepenuhnya matang pun bisa berujung hukuman, dan mungkin itulah pelajaran hari ini.”
Kemenangan ini memastikan Manchester City memasuki jeda internasional di posisi teratas, sementara Maresca memfokuskan perhatian pada pembenahan keseimbangan taktis agar konsistensi tim tetap terjaga sepanjang maraton Premier League.