Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Chelsea secara resmi dijatuhi denda sebesar £10 juta dan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru selama dua jendela transfer yang ditangguhkan. Hukuman ini dijatuhkan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas 74 pelanggaran aturan terkait pembayaran kepada agen dan perantara transfer yang terjadi antara tahun 2009 hingga 2022, pada era kepemimpinan mantan pemilik klub, Roman Abramovich.
Keputusan hasil banding yang diumumkan pada Jumat lalu tersebut sekaligus membatalkan sanksi pengurangan enam poin bersyarat yang sebelumnya sempat dijatuhkan komisi independen. Dengan demikian, skuad The Blues dipastikan terhindar dari ancaman pengurangan poin langsung di tabel klasemen Premier League.
Investigasi mendalam mengungkapkan adanya transaksi rahasia senilai £47 juta yang mengalir kepada agen yang tidak terdaftar serta pihak ketiga dalam kurun waktu 2011 hingga 2018. Transaksi ilegal di era lalu tersebut melibatkan sejumlah proses kepindahan pemain bintang ke Stamford Bridge.
Baca juga: Chelsea Resmi Rekrut Maxence Lacroix dari Crystal Palace Hingga 2032
"Sanksi pengurangan poin telah dibatalkan melalui proses banding dan digantikan dengan sanksi pendaftaran pemain baru untuk dua jendela transfer berturut-turut yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027," pukas pernyataan resmi FA. "Denda finansial sebesar £10 juta tidak mengalami perubahan dan seluruh dananya akan dialokasikan langsung untuk pengembangan sepak bola akar rumput."
Langkah tegas regulasi ini berawal dari insiatif pemilik baru Chelsea, Todd Boehly dan Clearlake Capital. Konsorsium asal Amerika Serikat tersebut secara mandiri melaporkan 74 potensi pelanggaran aturan FA pada tahun 2022 setelah menemukan kejanggalan dokumen keuangan saat proses akuisisi klub.
Keterbukaan manajemen baru dalam menyerahkan ribuan dokumen internal menjadi alasan utama mengapa dewan banding FA menilai sanksi pengurangan poin terlalu berat. Komisi regulasi independen menegaskan bahwa tanpa pelaporan mandiri dari pemilik baru, pelanggaran sistematis masa lalu ini hampir tidak mungkin terungkap.
Pihak Chelsea menyambut baik tuntasnya proses yudisial ini dan menegaskan bahwa keputusan FA menandai berakhirnya seluruh rangkaian pemeriksaan regulasi atas masa lalu klub, baik dari tingkat UEFA, Premier League, maupun FA. Kendati proses terhadap entitas klub telah selesai, FA mengonfirmasi masih terus melanjutkan investigasi terhadap keterlibatan oknum individu dalam kasus ini.
"Chelsea Football Club dengan senang hati mengkonfirmasi bahwa keputusan akhir telah dicapai oleh badan peradilan FA terkait masalah regulasi historis yang dilaporkan sendiri oleh klub,” tulis Chelsea.
Baca juga: Chelsea Resmi Boyong Morgan Rogers dengan Rekor £117 Juta
Pada tahun 2022, klub melaporkan sendiri potensi pelanggaran aturan historis kepada semua regulator yang berlaku. Setelah laporan tersebut, klub telah bekerja secara terbuka dan transparan dengan semua regulator, termasuk secara sukarela dan proaktif mengungkapkan ribuan dokumen.
Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, perjanjian penyelesaian telah dibuat dengan UEFA dan Premier League mengenai masalah dan topik regulasi yang dilaporkan sendiri yang sama yang telah dibahas sebelumnya. Klub dengan senang hati mengkonfirmasi bahwa, sekarang proses FA telah selesai, ini mengakhiri semua proses regulasi terhadap klub.
Kami berterima kasih kepada UEFA, Premier League, dan FA atas keterlibatan mereka dengan klub selama proses ini."