Bungkam Arsenal Man City, Carrick Desak MU Lanjutkan Momentum
Michael Carrick kembali membuktikan bahwa tangan dinginnya adalah penawar racun bagi krisis di Old Trafford. Setelah menumbangkan Manchester City pekan lalu, Manchester United asuhannya sukses mempermalukan pemuncak klasemen, Arsenal, dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang akan dikenang sebagai salah satu kemenangan tandang terbaik Setan Merah dalam beberapa tahun terakhir.
Gol kemenangan yang dicetak Matheus Cunha melalui tendangan melengkung spektakuler di menit ke-87 memicu perayaan liar di tribun tandang. Bagi Carrick, yang kini menjabat sebagai manajer interim setelah kepergian Ruben Amorim, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan bukti kembalinya identitas tim.
Mentalitas yang Bertransformasi
Laga dimulai dengan ujian berat bagi United. Gol bunuh diri Lisandro Martinez di menit ke-29 sempat membuat publik Emirates bersorak, namun United era Carrick menunjukkan ketenangan yang jarang terlihat musim ini. Bryan Mbeumo menyamakan kedudukan sebelum jeda, disusul gol roket Patrick Dorgu di awal babak kedua yang membalikkan keadaan.
Baca juga: Man United Bungkam Pemimpin Klasemen Arsenal 3-2 di Emirates
Meski Mikel Merino sempat menyamakan skor menjadi 2-2 di menit ke-84, United tidak goyah. Tiga menit kemudian, Cunha melepaskan tembakan jarak jauh yang memastikan kemenangan dramatis tersebut.
"Gol-golnya fantastis dan beberapa permainan sepak bolanya bagus, dan kami terlihat berbahaya di saat-saat tertentu," kata Carrick.
"Di waktu lain kami harus bertahan, tetapi itu hanyalah penampilan yang memiliki sedikit dari segalanya."
Pesan dari Sang Arsitek
Berbicara dalam konferensi pers usai laga, Carrick menekankan pentingnya menjaga momentum psikologis ini. Ia tidak ingin anak asuhnya cepat puas meski baru saja menumbangkan dua tim teratas liga secara beruntun.
“Jadi, kami menjalani ini minggu demi minggu, dan pertandingan demi pertandingan. Kami pasti akan terus melakukan itu,” ujar Carrick.
“Tapi kita harus memanfaatkan emosi, energi, dan kepercayaan diri. Kita harus cukup rendah hati untuk memahami bagaimana kita bisa mencapai dua hasil besar ini. Ini tidak datang begitu saja, jadi kita perlu melanjutkannya, menyimpannya, dan menggunakannya lagi.”
Baca juga: Casemiro Umumkan Tinggalkan Manchester United pada Akhir Musim
Carrick menambahkan bahwa yang paling krusial bukanlah sekadar taktik, melainkan bagaimana para pemain merasakan keyakinan itu di lapangan, namun juga harus tetap rendah hati
“Jadi, kami tidak akan terbawa suasana. Kami memiliki hal-hal yang sangat penting yang akan datang dan kami perlu terus meningkatkan diri,” tambahnya.
“Dua pertandingan besar, ada banyak emosi, banyak energi, dan banyak kepercayaan diri yang bisa kita bawa, tetapi kita harus rendah hati dan memahami bagaimana kita mendapatkan hasil ini. Itu sangat penting untuk melangkah maju."
Menatap Empat Besar
Kemenangan ini membawa Manchester United meroket ke posisi keempat klasemen Premier League dengan 38 poin, menggusur Liverpool dan Chelsea. Penampilan impresif di bawah Carrick mulai memicu spekulasi apakah mantan gelandang United ini layak mendapatkan kontrak permanen, mengulang kisah sukses awal Ole Gunnar Solskjaer pada 2018 silam.
Baca juga: Derby Manchester Milik United, Arsenal Tertahan di City Ground
Meski demikian, Carrick menolak membahas masa depannya lebih jauh. "Saya menikmatinya. Ini posisi yang fantastis. Apa yang akan terjadi selanjutnya: Saya tidak akan menjawabnya setiap minggu. Saya menikmatinya dan saya akan terus melakukan apa yang saya bisa."
Dengan performa yang kini penuh gairah dan kolektif, Manchester United tampak seperti tim yang benar-benar berbeda. Tantangan berikutnya bagi Carrick adalah menjaga api semangat ini tetap menyala saat menghadapi Fulham awal bulan depan.