Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Hubungan antara Real Madrid dan otoritas tertinggi La Liga mencapai titik didih baru. Raksasa Spanyol tersebut secara terbuka mendesak adanya pergantian kepemimpinan di panggung sepak bola profesional Spanyol setelah sang presiden, Javier Tebas, melontarkan komentar yang disebut klub sebagai tindakan yang "sangat tidak dapat ditoleransi".
Perselisihan terbuka ini dipicu oleh unggahan Tebas di media sosial pada Selasa pagi. Ia menepis tuduhan konspirasi wasit yang dilayangkan pihak Real Madrid usai kekalahan 1-2 dalam laga derbi melawan Atlético Madrid. Tebas menyatakan bahwa klaim adanya bias kepemimpinan wasit yang secara sistematis merugikan Real Madrid adalah narasi yang berasal dari "galaksi lain".
Pernyataan keras Tebas bermula dari reaksi tajam kubu Real Madrid, termasuk kritik pedas dari pelatih José Mourinho dan tayangan analisis di saluran resmi Real Madrid TV, terhadap beberapa keputusan wasit di Riyadh Air Metropolitano Stadium. Tebas menuding Real Madrid sengaja membangun narasi konspirasi permanen untuk menutupi kekurangan taktis di lapangan.
Melalui unggahan publiknya, Tebas menyindir kebiasaan saluran media klub yang dinilainya selalu mencari kambing hitam setiap kali menderita hasil buruk.
"Lagi-lagi mereka berulah, para corong dan saluran televisi milik rezim itu, membangun narasi lama yang sama: soal konspirasi abadi," tulis Tebas di X.
Baca juga: Dialog Panas Bellingham dan Romero di Derbi Madrid, ‘Cuma Berani Kalau Ada Messi’
"Menuduh bahwa wasit sengaja bertindak melawan Real Madrid itu sama saja dengan hidup di galaksi lain.
"Narasi itu hanyalah dalih untuk menutupi kekurangan-kekurangan lain yang terlihat jelas pada laga-laga awal musim ini.
"Lebih mudah untuk menuding adanya konspirasi daripada menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
"BUKA MATA KALIAN! Ini baru bulan September, dan mereka sudah mengklaim bahwa Liga ini telah dicurangi. Tidak ada orang yang berpikiran sehat lagi yang memercayai alasan usang itu."
Tebas juga menambahkan bahwa kepemimpinan wasit tidak boleh diatur berdasarkan besarnya pendapatan klub, peringkat hak siar, atau megahnya logo di dada. Menurutnya, klaim bahwa La Liga tidak bernilai tanpa Real Madrid menunjukkan bentuk pelecehan terhadap klub-klub lain beserta para penggemarnya.
Hanya berselang sepuluh jam dari unggahan Tebas, Real Madrid merilis pernyataan resmi sepanjang lima paragraf yang membalas kritik tersebut dengan nada yang tak kalah sengit.
Los Blancos menuduh Tebas memiliki "obsesi" pribadi untuk menyerang dan merusak citra Real Madrid secara konsisten di ruang publik.
Baca juga: Mourinho Bawa Bukti, Kecam Wasit dan VAR Usai Real Madrid Tumbang di Derbi
Klub menilai bahwa tindakan Tebas tidak mencerminkan sikap seorang administrator yang bertanggung jawab dan memosisikan institusi Liga Spanyol dalam bahaya kekosongan netralitas.
"Klub kami menganggap sangat tidak dapat ditoleransi bahwa Presiden La Liga menggunakan posisi institusionalnya untuk terus mendiskreditkan dan menyerang Real Madrid,” tulis Madrid.
“Mengingat perilaku tidak pantas yang terus berulang ini, kami percaya bahwa sepak bola profesional di Spanyol secara mendesak membutuhkan sosok pemimpin baru yang mampu mengelola kompetisi dan mengembangkan potensi penuhnya dengan menjunjung tinggi kewajiban mendasar berupa netralitas."
Perseteruan ini merupakan babak terbaru dari perang dingin yang telah berlangsung bertahun-tahun antara Real Madrid dan Javier Tebas, yang telah menjabat sebagai Presiden La Liga sejak 2013.
Selain silang pendapat terkait pengelolaan hak siar audiovisual, pertikaian hukum di pengadilan tinggi juga kerap mewarnai hubungan kedua belah pihak.
Meskipun Komite Teknis Wasit (CTA) Spanyol belakangan mengakui adanya kekhilafan nyata terkait keputusan VAR dalam salah satu insiden pada laga derbi tersebut, keretakan hubungan antara sang juara bertahan dan petinggi liga dipastikan bakal menciptakan tensi tinggi di panggung sepak bola Spanyol sepanjang musim ini.