Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memuji keberanian timnya mengambil risiko untuk membalikkan keadaan dan mengalahkan Celta Vigo dengan skor 2-1 dalam pertandingan Liga Europa 2026-2027. Namun, di balik kemenangan dramatis tersebut, Spalletti juga memberikan kritik kepada Francisco Conceição yang dinilai perlu mengevaluasi penampilannya sendiri setelah ditarik keluar. 

Juventus sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Hugo Álvarez pada menit ke-18 di Stadion Balaídos, Jumat (16/10/2026) dini hari WIB. Nick Woltemade menyamakan kedudukan pada menit ke-58, sebelum Randal Kolo Muani memastikan kemenangan Bianconeri melalui sundulan pada menit ke-92.

Hasil tersebut mengantarkan Juventus meraih kemenangan kedua secara beruntun di fase liga Liga Europa. Meski puas dengan hasil akhir, Spalletti mengakui timnya masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera diperbaiki.

Spalletti Senang Juventus Berani Mengambil Risiko

Spalletti menilai Juventus tampil kurang meyakinkan pada babak pertama. Timnya terlalu lambat dalam membangun serangan dan memberikan terlalu banyak waktu kepada Celta Vigo untuk mengatur kembali organisasi pertahanan mereka.

Menurut pelatih asal Italia tersebut, Juventus juga belum cukup cepat ketika berusaha merebut bola kembali setelah kehilangan penguasaan. Situasi itu membuat Celta lebih leluasa melancarkan serangan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Baca juga: Juventus Comeback Dramatis, Kalahkan Celta Vigo 2-1

Namun, Spalletti tetap mengapresiasi sikap para pemain yang tidak menyerah dan terus berusaha mengejar kemenangan hingga menit-menit akhir.

“Di babak pertama, kami agak lambat dalam segala hal yang kami lakukan. Kami terus memberi mereka terlalu banyak waktu untuk menata diri. Kami harus berusaha memenangkan pertandingan, dan saya menyukai hal itu; mengambil risiko adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola modern. Saya suka sikap para pemain, mereka menunjukkannya lagi malam ini,” kata Spalletti, dikutip dari pernyataan resmi Juventus. 

Spalletti mengakui Juventus terkadang kehilangan keseimbangan ketika berusaha menyerang. Meski demikian, ia menilai keberanian untuk mengambil risiko tetap diperlukan apabila timnya ingin meraih hasil yang lebih baik.

Ia juga mengingatkan bahwa Juventus sebenarnya memiliki sejumlah peluang sendiri, sehingga evaluasi pertandingan tidak seharusnya hanya berfokus pada kesempatan yang didapatkan lawan.

Kebangkitan pada babak kedua menjadi bukti bahwa Juventus mampu meningkatkan intensitas permainan ketika menghadapi tekanan. Gol Woltemade memberikan dorongan kepercayaan diri sebelum Kolo Muani mencetak gol penentu pada masa injury time.

Conceição Diminta Marah kepada Dirinya Sendiri

Selain membahas kemenangan Juventus, Spalletti juga menyoroti reaksi Conceição ketika ditarik keluar pada babak kedua. Winger asal Portugal tersebut terlihat frustrasi setelah digantikan dan kemudian menjadi perhatian dalam usai pertandingan.

Spalletti menilai Conceição seharusnya mengarahkan rasa frustrasinya kepada penampilannya sendiri, bukan kepada keputusan pergantian pemain.

“Lebih baik dia marah kepada dirinya sendiri. Jika tidak, kami bisa membicarakannya bersama,” kata Spalletti.

Baca juga: Spalletti Puas dengan Penampilan Juventus Bekuk Atalanta, Lemparkan Pujian Khusus untuk Kolo Muani

Pelatih Juventus itu kemudian menjelaskan bahwa Conceição kemungkinan merasa kecewa dengan penampilannya sendiri. Ia juga mengingatkan bahwa Juventus harus mempertimbangkan jadwal pertandingan yang padat ketika menentukan waktu pergantian pemain. 

Pernyataan tersebut muncul setelah Conceição kesulitan memberikan pengaruh yang diharapkan dalam pertandingan melawan Celta. Spalletti menginginkan kontribusi yang lebih efektif dari pemain sayap tersebut, terutama ketika Juventus membutuhkan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan.

Meski demikian, Spalletti tidak secara tegas menyatakan bahwa telah terjadi konflik antara dirinya dan sang pemain. Ia justru membuka peluang bagi Conceição untuk menjelaskan reaksinya secara langsung apabila memang terdapat persoalan yang perlu dibicarakan.

Bagi Juventus, keberhasilan membalikkan keadaan di Vigo memperlihatkan daya juang yang dibutuhkan untuk bersaing di Eropa. Tantangan selanjutnya adalah mempertahankan semangat tersebut sekaligus meningkatkan kualitas permainan agar kemenangan dramatis tidak selalu menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan hasil positif.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!