Bursa transfer di sepak bola modern sering kali terasa seperti arena perjudian bernilai miliaran euro, dan Manchester United adalah salah satu pemain dengan taruhan tertinggi di meja tersebut. 

Sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada tahun 2013, manajemen Old Trafford telah menghabiskan dana masif untuk membangun kembali kejayaan mereka. Namun, dari lautan bintang yang direkrut, ada satu nama yang duduk kokoh tak tersentuh di puncak tangga finansial klub. 

Gelar pemain termahal sepanjang sejarah Manchester United masih dipegang secara mutlak oleh gelandang asal Prancis, Paul Pogba.  

Kembalinya Sang Anak Hilang ke Old Trafford

Kisah transfer Paul Pogba bukan sekadar transaksi angka, melainkan sebuah drama epik tentang penebusan. Pogba adalah produk asli akademi United, seorang talenta muda brilian yang memutuskan pergi secara gratis pada tahun 2012 setelah merasa tidak mendapatkan cukup menit bermain. 

Baca juga: Siapa Pemain Termuda Manchester United

Di Italia bersama Juventus, ia berevolusi menjadi salah satu gelandang paling dominan, dinamis, dan paling dicari di Eropa, memenangkan empat gelar Serie A secara beruntun.  

Pada musim panas 2016, di bawah arahan manajer baru José Mourinho, Manchester United menelan gengsi mereka dan membawa pulang sang anak hilang. Biaya yang harus mereka bayarkan sangat mencengangkan, yakni €105 juta (sekitar £89 juta). 

Angka masif tersebut tidak hanya memecahkan rekor klub, tetapi juga menjadikannya pemain termahal di dunia pada saat itu, melampaui rekor transfer Gareth Bale ke Real Madrid. Pogba kembali dengan status sebagai megabintang, didaulat sebagai sosok yang akan memimpin kebangkitan Setan Merah selama satu dekade ke depan.  

Baca juga: Siapa Top Skor Manchester United Musim Ini

Realitas Berat di Bawah Label Harga

Membawa label harga €105 juta ternyata menjadi sebuah pedang bermata dua. Harapan publik Old Trafford membubung tinggi, menuntut agar Pogba mampu memenangkan pertandingan krusial seorang diri. 

Pada kenyataannya, perjalanannya di Inggris diwarnai oleh momen-momen brilian yang terputus-putus. Ketika berada dalam kondisi bugar, visinya dalam melepaskan umpan dan kekuatannya di lini tengah nyaris mustahil dihentikan. Ia bahkan berhasil membantu tim memenangkan Liga Europa dan Piala Liga pada musim pertamanya.  

Namun, kariernya terus dihantam oleh inkonsistensi, serangkaian cedera panjang, dan perdebatan taktis dari pergantian manajer yang terus berulang. Pada akhirnya, Pogba gagal memenuhi ekspektasi absolut yang dibebankan pada harganya. 

Baca juga: Siapa Kapten Manchester United Sekarang

Hal yang paling ironis dari kisah transfer ini adalah akhir perjalanannya. Pada musim panas 2022, kontraknya habis dan ia kembali meninggalkan Old Trafford dengan status bebas transfer untuk bergabung kembali dengan Juventus, mencoba mengulangi sejarah yang sama persis satu dekade sebelumnya.  

Pesaing di Papan Atas

Posisi Pogba di puncak rekor transfer klub mulai diintai secara serius oleh rekrutan-rekrutan era modern. Pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2022, Manchester United mendatangkan pemain sayap asal Brasil, Antony, dari Ajax dengan biaya fenomenal €95 juta, menempatkannya tepat di bawah Pogba. 

Sementara itu, Harry Maguire menduduki peringkat ketiga setelah ditebus dari Leicester City seharga €87 juta pada tahun 2019, sebuah kesepakatan yang sempat menjadikannya bek termahal di dunia.  

Baca juga: Siapa Pemain Terbaik Manchester United Sekarang

Sejarah nilai transfer fantastis di Manchester United telah mengajarkan sebuah pelajaran berharga bagi dunia sepak bola. Label harga yang memecahkan rekor dunia dapat menjamin sorotan media tanpa henti, tetapi ia tidak pernah bisa menjamin raihan piala.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!