Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Arsenal menelan kekalahan pertama dalam tur pramusim mereka setelah menyerah 1-3 dari klub La Liga, Real Betis, di Aviva Stadium, Dublin. Performa ceroboh pada babak pertama membuat lini pertahanan The Gunners porak-poranda oleh efektivitas serangan balik anak asuh Manuel Pellegrini.
Semua gol dalam pertandingan ini tercipta sebelum turun minum. Hasil ini menjadi sinyal peringatan penting bagi Mikel Arteta untuk segera membenahi koordinasi lini belakang timnya sebelum mengarungi kompetisi resmi.
Pertandingan baru berjalan sembilan menit ketika Real Betis membuka keunggulan. Berawal dari situasi sepak pojok, kesalahan antisipasi kiper Kepa Arrizabalaga yang keluar dari sarangnya dimanfaatkan dengan sempurna oleh Rodrigo Riquelme di tiang jauh.
Betis kemudian menggandakan skor pada menit ke-26 lewat tembakan spektakuler Nelson Deossa dari jarak 30 meter yang meluncur deras ke pojok atas gawang.
Baca juga: "Mourinho Ingin Saya Bahagia": Vinícius Tetap Ceria di Tengah Spekulasi Kontrak
Arsenal sempat menaruh harapan pada menit ke-32 ketika bek anyar Piero Hincapié menyundul masuk umpan sepak pojok melengkung dari Christos Tzolis. Namun, keunggulan dua gol Betis kembali pulih jelang jeda usai Kai Havertz melakukan kesalahan umpan di area sendiri yang langsung dituntaskan oleh Pablo Fornals.
Arsenal sejatinya memiliki peluang lebih dulu unggul pada menit kedua. Pergerakan apik dari sisi kiri diakhiri dengan Kai Havertz yang memberikan umpan matang kepada Viktor Gyökeres. Namun penyerang asal Swedia tersebut gagal menuntaskan tugasnya di depan gawang.
"Di babak pertama, kami menginginkan dua hal: bermain dengan baik dan bersaing dengan sengit. Kami berhasil melakukan hal yang pertama dengan cukup baik dalam banyak kesempatan. Namun, aspek daya saing—terutama di dalam dan sekitar kotak penalti kami—tidak memenuhi standar yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan melawan tim yang tangguh,” kata Arteta.
"Kami harus bisa mendominasi permainan. Gol pertama, yang bermula dari situasi sepak pojok, adalah gol yang terjadi akibat kelalaian kami. Setelah itu, kami juga melakukan dua kali kesalahan fatal yang memberikan bola kepada lawan tepat di dekat kotak penalti kami. Mereka bermain sangat efisien dan mencetak dua gol yang sangat bagus."
Baca juga: Arteta Tegaskan Arsenal Tak Tinggal Diam dan Siapkan Rencana Transfer Ambisius
Memasuki babak kedua, Arteta melakukan tujuh pergantian pemain sekaligus. Momen ini menandai penampilan pertama Gabriel Magalhães dan Gabriel Martinelli selama pramusim. Meski menguasai aliran bola lebih baik, Arsenal tetap kesulitan membongkar pertahanan disiplin klub asal Sevilla tersebut.
Peluang terbaik Arsenal di paruh kedua lahir lewat sepakan memutar Gabriel Jesus yang tipis menyamping di sisi gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-3 tetap bertahan untuk kemenangan Real Betis.
Kini Arsenal akan langsung kembali ke London untuk melakoni dua laga uji coba terakhir di Emirates Stadium melawan Borussia Dortmund dan Como, sebelum bersiap menghadapi Manchester City dalam ajang FA Community Shield pertengahan Agustus mendatang.