Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pepe Reina, penjaga gawang legendaris asal Spanyol, telah mengumumkan pada Selasa (20/5) bahwa ia akan mengakhiri karier profesionalnya di akhir musim ini.
Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan sepak bola selama 26 tahun yang penuh prestasi di level klub maupun internasional.
Reina, yang saat ini bermain untuk klub Serie A Italia, Como, dijadwalkan akan menjalani pertandingan terakhirnya melawan Inter Milan pada 26 Mei mendatang.
Dalam wawancara dengan Movistar, ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk pensiun telah diambil sejak Januari setelah berdiskusi dengan istrinya.
"Karier yang sangat indah akan segera berakhir, kehidupan yang sangat memuaskan. Saya merasa sangat beruntung atas apa yang telah saya alami," kata Reina.
"Saya tidak menyangka, tetapi saya rasa waktunya telah tiba dan saya ingin mengakhirinya di sini."
Karier Reina dimulai di akademi muda Barcelona, dan ia melakukan debut di tim utama pada usia 18 tahun. Setelah itu, ia memperkuat berbagai klub top Eropa seperti Villarreal, Liverpool, Napoli, Bayern Munich, AC Milan, Lazio, dan Aston Villa.
Selama delapan musim bersama Liverpool, Reina tampil dalam 394 pertandingan, mencatatkan 177 clean sheet, dan memenangkan Piala FA, Piala Liga, serta Piala Super UEFA.
Di level internasional, Reina memperoleh 36 caps bersama tim nasional Spanyol dan menjadi bagian dari skuad yang memenangkan Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.
Meskipun sering menjadi pilihan kedua di belakang Iker Casillas, kontribusinya di luar lapangan sangat dihargai oleh rekan-rekannya.
Setelah pensiun, Reina berencana untuk memulai karier kepelatihan dengan menangani tim U-19 Villarreal, klub yang pernah ia bela dalam 191 selama dua periode.
Langkah ini mencerminkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam dunia sepak bola, kali ini dari sisi pengembangan pemain muda.
Dengan pensiunnya Pepe Reina, dunia sepak bola kehilangan salah satu penjaga gawang paling berpengalaman dan karismatik. Namun, warisannya akan terus hidup melalui kontribusinya sebagai pelatih dan inspirasi bagi generasi mendatang.