Mantan direktur France Football Pascal Ferré mengungkap alasan yang menurutnya cukup “tidak biasa” di balik kegagalan Franck Ribéry memenangkan Ballon d'Or 2013, meski bintang Bayern Munich itu menjalani salah satu tahun terbaik dalam kariernya.

Ribéry menutup 2013 dengan lima trofi bersama Bayern Munich, yakni Bundesliga, DFB-Pokal, Liga Champions, Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub. Ia juga meraih penghargaan UEFA Best Player in Europe dan dinilai sebagai salah satu pemain terbaik dunia pada tahun tersebut.

Namun, trofi Ballon d'Or justru jatuh ke tangan Cristiano Ronaldo. Ribéry hanya menempati posisi ketiga di belakang Ronaldo dan Lionel Messi.

Ribéry Menang Telak dalam Voting Jurnalis

Ferré menjelaskan bahwa sistem pemungutan suara pada 2013 berbeda dari format tradisional Ballon d'Or. Saat itu, tiga kelompok memiliki hak suara: jurnalis, pelatih tim nasional dan kapten tim nasional.

Menurut Ferré, Ribéry sebenarnya menjadi pilihan teratas para jurnalis. Masalahnya, keunggulan tersebut tidak dapat dipertahankan setelah suara dari pelatih dan kapten digabungkan.

Baca juga: Anthony Gordon Jagokan Harry Kane dan Lamine Yamal Menang Ballon d’Or

"Hal ini agak tidak biasa karena pada saat itu terdapat tiga kelompok pemilih: jurnalis, pelatih tim nasional, dan kapten. Ribery unggul jauh di kalangan jurnalis,” kata Ferré dalam wawancara dengan RMC.

"Penyebab kekalahannya adalah gabungan suara dari pelatih tim nasional dan kapten.

Dalam hasil akhir, Ronaldo mengumpulkan 27,99 persen suara, Messi 24,72 persen dan Ribéry 23,36 persen.

Ferré bahkan menilai hasilnya mungkin akan berbeda apabila Ballon d'Or saat itu masih menggunakan sistem lama yang hanya mengandalkan suara jurnalis.

"Dalam format tradisional, dia pasti sudah memenangkan Ballon d'Or,” tambahnya.

Ronaldo Menang setelah Tahun yang Spektakuler

Ronaldo memang tidak memenangkan trofi utama bersama Real Madrid pada 2013, tetapi produktivitas individunya menjadi faktor besar dalam pemungutan suara. Ia mencetak 69 gol sepanjang tahun kalender dan tampil luar biasa pada penghujung 2013, termasuk ketika Portugal mengalahkan Swedia di playoff Piala Dunia.

Perubahan sistem voting juga memberikan pengaruh besar terhadap hasil akhir. Ribéry mendapatkan dukungan kuat dari jurnalis Eropa karena kesuksesan Bayern, tetapi kapten dan pelatih tim nasional lebih banyak memberikan suara kepada Ronaldo dan Messi.

Situasi tersebut membuat Ribéry harus puas berada di peringkat ketiga meski menjadi bagian penting dari tim Bayern yang memenangkan treble.

Ribéry Masih Kesal

Lebih dari satu dekade kemudian, Ribéry masih mengakui bahwa kegagalan tersebut menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam kariernya.

"Tahun 2013 adalah tahun keemasan saya," ungkap Ribéry. 

Baca juga: ‘Itu menyakitkan,’ Franck Ribéry Kembali Kenang Kekecewaan Ballon d'Or 2013

"Saya adalah pemain terbaik di Bundesliga dan Eropa. Saya bahkan layak mendapatkan Ballon d'Or. Tidak memenangkannya itu menyakitkan. Itu adalah sebuah kekecewaan. 

“Saya tidak keberatan mengakuinya. Itu adalah musim yang luar biasa; saya memenangkan segalanya dan tampil gemilang, baik bersama Bayern maupun tim nasional... Apa lagi yang bisa saya lakukan?"

Ribéry akhirnya hanya sekali finis di tiga besar Ballon d'Or sepanjang kariernya. Posisi ketiga pada 2013 menjadi pencapaian tertinggi pemain Prancis tersebut dalam penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola dunia.

Pengungkapan Ferré kini kembali membuka perdebatan lama mengenai Ballon d'Or 2013. Bagi Ribéry dan banyak pendukungnya, musim tersebut merupakan bukti bahwa kesuksesan sebuah tim tidak selalu cukup untuk memenangkan penghargaan individu.

Sementara bagi Ferré, hasil tersebut merupakan konsekuensi langsung dari sistem voting yang berlaku pada saat itu. Dengan format tradisional, menurut mantan petinggi France Football tersebut, sejarah Ballon d'Or 2013 kemungkinan akan mencatat nama Franck Ribéry sebagai pemenang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!