Penyerang Real Madrid dan tim nasional Prancis, Kylian Mbappé, secara terbuka mengakui bahwa dirinya akan sangat kecewa jika gagal memenangkan penghargaan Ballon d'Or 2026. Kapten Les Bleus tersebut menegaskan bahwa ia memiliki firasat sangat baik mengenai peluangnya menyabet trofi individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola usai mengukir kampanye yang penuh rekor.

Mbappé masuk dalam daftar 30 nominasi akhir jelang malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung di London pada Oktober mendatang. Setelah mencatatkan performa gol fenomenal sepanjang musim baik di level klub maupun internasional, penyerang berusia 27 tahun itu merasa momen ini adalah waktu yang tepat bagi dirinya untuk membawa pulang trofi Bola Emas pertama dalam kariernya.

Ambisi Raih Ballon d'Or

Dalam sesi wawancara bersama Radio France Internationale (RFI), penyerang berusia 27 tahun itu tidak ragu menyampaikan ambisinya. Mbappé menekankan bahwa catatan golnya di kompetisi utama merupakan bukti nyata kualitas performanya di lapangan.   

"Saya menjalani tahun individu yang luar biasa, dan saya tahu itu adalah kriteria paling penting untuk Ballon d'Or,” katanya. 

Baca juga: Mbappé Ungkap Nyaris Gabung Liverpool Sebelum Pilih PSG

"Saya menjadi pencetak gol terbanyak di semua kompetisi utama, dan menurut saya ini bisa menjadi tahun yang baik bagi saya. Saya memiliki firasat yang bagus soal itu."

"Seorang kompetitor pasti kecewa saat tidak menang. Saat itu terjadi, menurut saya semangat kompetitif sayalah yang akan terpukul. Namun, kita harus menunggu dan melihat bagaimana semuanya akan berjalan."

Persaingan Sengit dan Catatan Gemilang

Pernyataan optimis Mbappé disokong oleh statistik luar biasa yang diukirnya sepanjang musim 2025/26. Bersama Real Madrid, penyerang serba bisa itu membukukan 42 gol dalam 44 pertandingan di semua kompetisi. 

Tak hanya itu, ia juga tampil ganas di panggung internasional dengan menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions serta menyabet sepatu emas Piala Dunia 2026 bersama Prancis.

Kendati memiliki modal statistik yang sangat kuat, Mbappé harus bersaing ketat dengan sederet nama besar lainnya yang juga tampil impresif. Kapten timnas Inggris Harry Kane, yang tampil sangat subur bersama Bayern Munich, menjadi salah satu pesaing terberat, di samping bintang muda Spanyol Lamine Yamal serta mantan gelandang Manchester City yang kini membela Barcelona, Rodri.

"Di ajang Ballon d’Or, yang diumumkan dari dalam amplop bukanlah sebuah tim, melainkan seorang pemain," tambahnya.

Baca juga: Mbappé Tepis Isu Keretakan Hubungan dengan Dembélé Jelang Perebutan Ballon d’Or

"Jadi, ini adalah penghargaan individu, dan menurut saya, itulah hal yang harus diutamakan di atas segalanya.

"Tentu saja, kita tidak boleh mengabaikan aspek-aspek lainnya, namun kemampuan untuk tampil gemilang secara individu dan meninggalkan kesan mendalam-lah yang memberikan dampak nyata bagi banyak orang terkait penghargaan semacam itu."

Konsistensi Tanpa Trofi Utama

Sejak pertama kali menembus panggung sepak bola elite pada tahun 2017, Mbappé selalu berhasil masuk dalam peringkat 10 besar Ballon d'Or di setiap edisi. 

Namun, trofi Bola Emas tersebut hingga kini masih menjadi satu-satunya penghargaan individu bergengsi yang belum berada di lemari koleksinya.   

Pernyataan blak-blakan ini mempertegas mentalitas serta standar tinggi yang diusung sang penyerang. Malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 mendatang dipastikan bakal menjadi salah satu momen paling mendebarkan dalam karier Mbappé, saat publik sepak bola dunia menyaksikan apakah panggung puncaknya kali ini akan berbuah trofi utama.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!