Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bintang Real Madrid dan Timnas Prancis, Kylian Mbappé, membuka fakta mengejutkan mengenai perjalanan kariernya pada musim panas 2016. Penyerang tajam tersebut mengungkapkan betapa dekatnya ia untuk berlabuh ke Liverpool, bahkan mengakui bahwa dirinya sengaja mengabaikan nasihat sang ibu, Fayza Lamari, yang sudah terlanjur "jatuh cinta" pada atmosfer markas The Reds, Anfield.
Kala itu, Mbappé yang baru bersinar bersama AS Monaco menjadi komoditas paling panas di sepak bola Eropa. Di tengah perburuan klub-klub raksasa, Liverpool melancarkan pendekatan luar biasa yang hampir saja mengubah jalannya sejarah karier sang megabintang.
Dalam pengakuannya kepada the Athletic, Mbappé menceritakan bagaimana sang ibu terbang langsung ke Inggris untuk melihat dari dekat fasilitas serta atmosfer klub Merseyside tersebut.
Pengalaman itu meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi sang ibu, yang secara terbuka mendesak putranya untuk menerima pinangan Liverpool.
"Itu terjadi saat saya bermain di Monaco," kenangnya. "Saya harus mengambil keputusan. Dan ya, saya sempat hampir bergabung dengan Liverpool. Ibu saya adalah penggemar berat Jurgen Klopp, dan Liverpool adalah tujuan favoritnya. Dia ingin saya pergi ke sana.
"Saya tidak menuruti keinginannya karena saya ingin bermain di kota asal saya, Paris. Saya tidak ingin meninggalkan negara saya sebelum saya benar-benar menjadi pemain yang diperhitungkan. Tapi ya, ibu saya selalu berkata, 'Liverpool—kamu akan berada di sana, bermain di Anfield, suasananya pasti luar biasa bagimu.' Saya pun merespons, 'Oke!'
Baca juga: Mbappé Tepis Isu Keretakan Hubungan dengan Dembélé Jelang Perebutan Ballon d’Or
"Dia pergi ke sana untuk tahap awal negosiasi. Dia mengunjungi kota dan stadionnya, serta bertemu dengan orang-orang di sana. Dia bilang, 'Itu klub yang luar biasa, semua orang sangat ramah; itu klub yang terasa seperti keluarga, sekaligus klub besar.'"
"Dia pergi ke Anfield dan langsung jatuh hati pada tempat itu. Dia menonton beberapa pertandingan sendirian untuk merasakan suasananya, karena dia ingin membayangkan saya bermain di stadion ini.
"Kami terus membicarakannya. 'Bagaimana menurut Ibu?' Dia akan berkata, 'Menurut Ibu, kamu harus pindah ke Liverpool.' Saya pun menjawab, 'Oke, oke, oke!' karena Jurgen Klopp adalah manajer yang luar biasa. Saya pernah bertemu dengannya dan menjalin hubungan yang sangat baik. Saya sangat menghormatinya."
Pendekatan Liverpool tak berhenti pada kunjungan sang ibu. Mantan manajer Liverpool, Jürgen Klopp, bahkan menggelar pertemuan langsung yang sangat tak biasa demi membujuk Mbappé muda. Liverpool menyewa jet pribadi mewah untuk menerbangkan keluarga Mbappé dari Nice dan berdiskusi di udara agar terhindar dari cengkeraman media.
Mbappé mengakui bahwa dirinya sangat mengagumi figur Klopp dan proyek sepak bola yang diusungnya. Meskipun diskusi berjalan sangat hangat dan positif, Mbappé akhirnya mengambil keputusan yang berlawanan dengan saran ibunya.
Baca juga: ‘Seperti di Dalam Film’: Mbappé Takjub Bakal Dilatih Zidane di Timnas Prancis
"Saya ingat kami sedang berada di pesawat dan kami berputar-putar di udara saat dia menjelaskan proyeknya," ujar Mbappe.
"Saya berkata, 'Anda tidak perlu meyakinkan saya. Anda adalah Jurgen Klopp, ini Liverpool, klub yang hebat, jadi tentu saja jika saya berada di sini, berarti saya memiliki ketertarikan. Namun, saya memiliki hal lain, proyek lain, yang juga bagus.' Saya katakan kepadanya, 'Keputusan apa pun yang saya ambil akan menjadi keputusan yang tepat karena kita sedang membicarakan beberapa klub terbesar di dunia.'”
Di tengah godaan besar berlaga di Premier League di bawah asuhan Klopp, keputusannya untuk berlabuh ke Paris Saint-Germain pada 2017 lahir dari dorongan emosional sebagai putra daerah Paris. Mbappé merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membuktikan kapasitasnya di tanah kelahiran sebelum menjajaki petualangan di luar negeri.
"Itu cerita yang lucu. Namun pada akhirnya, saya memutuskan untuk bergabung dengan PSG karena bagi saya, yang lahir dan besar di Paris, tidak ada perasaan yang lebih baik daripada membuktikan bahwa saya bisa menjadi bintang di kota kelahiran saya sendiri,” jelasnya.
Mbappé lantas menghabiskan tujuh musim yang bergelimang rekor di Parc des Princes dan menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa PSG, sebelum akhirnya mewujudkan impian masa kecilnya berpindah ke Real Madrid pada tahun 2024.