Hanya beberapa pekan setelah menggantung peluit pasca-Piala Dunia 2026, mantan wasit kenamaan Premier League, Anthony Taylor, resmi memulai petualangan baru di balik meja manajerial. Pria berusia 47 tahun tersebut ditunjuk sebagai Direktur Perwasitan Elit oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF) pada Selasa, sebuah langkah berani yang menempatkannya di pusat pembenahan kualitas pengadil lapangan di negara tersebut.  

Kepastian penunjukan Taylor dikonfirmasi melalui rilis resmi serta firma hukum Trinity Chambers yang mewakilinya dalam proses perekrutan. Dalam peran barunya, Taylor bertanggung jawab memimpin pengembangan strategis dan teknis korps wasit elit Turki guna menyelaraskan standar perwasitan nasional dengan pedoman resmi UEFA dan FIFA.  

Misi Menata Ulang Standar Perwasitan

Keputusan TFF merekrut Taylor datang pada momen krusial bagi sepak bola Turki, yang dalam beberapa musim terakhir kerap diterpa gelombang kontroversi kepemimpinan wasit dan tekanan publik yang intensif.

Baca juga: Anthony Taylor Gantung Peluit: Wasit Premier League Pensiun Usai 831 Laga

Melalui struktur kepengurusan barunya, TFF menegaskan bahwa kehadiran Taylor diharapkan mampu membawa visi tingkat tinggi serta pengalaman internasional guna memperkuat program pembinaan wasit secara menyeluruh.  

"Saya sangat senang bergabung dengan Federasi Sepak Bola Turki dan menantikan kesempatan yang ada di depan. Menjadi wasit di level elite merupakan suatu kehormatan besar, tetapi tekanannya sangat besar dan pengawasannya terus-menerus,” kata Taylor

Rekam Jejak Panjang di Tingkat Tertinggi

Langkah Taylor menuju panggung manajemen korps wasit Turki didasari oleh rekam jejak yang amat panjang di level tertinggi sepak bola dunia. Selama 20 tahun kariernya sebagai wasit profesional, pengadil asal Inggris ini telah memimpin 668 pertandingan domestik.  

Di kancah internasional, Taylor merupakan figur langganan turnamen mayor. Ia tercatat memimpin laga di Euro 2020, Euro 2024, hingga dua edisi Piala Dunia pada 2022 dan 2026. Turnamen Piala Dunia 2026 menjadi penutup resmi perjalanannya di atas rumput hijau sebelum ia mengumumkan pensiun bulan lalu untuk beralih ke jenjang karier berikutnya.  

Fraser Williamson, pengacara dari Trinity Chambers yang mendampingi Taylor selama proses rekrutmen, menyatakan bahwa pencapaian Taylor di dunia sepak bola sudah berbicara dengan sendirinya. Ia optimistis kepemimpinan Taylor akan memberikan dampak transformatif bagi generasi baru wasit di Turki.  

Baca juga: Lima Tokoh Sepak Bola Afrika Pasang Badan untuk Infantino di Tengah Krisis FIFA

"Prestasi Anthony di dunia sepak bola sudah berbicara sendiri, dan peran ini menghadirkan kesempatan menarik untuk berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan wasit elit di Turki. Saya berharap dia sukses dalam apa yang saya yakin akan menjadi babak yang bermanfaat dan sukses,” ujar Williamson

Tantangan Besar di Negeri Dua Benua

Tugas yang menanti Taylor di Turki jelas bukan perkara mudah. Sepak bola Turki dikenal memiliki atmosfer persaingan yang sangat emosional dan penuh sorotan tajam, terutama dalam laga-laga panas yang melibatkan klub-klub raksasa Istanbul.

Namun, dengan pengalaman bertahun-tahun menghadapi tekanan tinggi di Premier League dan panggung Liga Champions, Taylor dinilai memiliki ketahanan mental serta keahlian teknis yang dibutuhkan untuk memodernisasi sistem perwasitan Turki. Kini, fokus publik sepak bola akan tertuju pada bagaimana mantan wasit Premier League ini mentransformasi korps pengadil lapangan Turki menuju standar dunia.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!