Legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru tim nasional Prancis menggantikan Didier Deschamps. Dalam konferensi pers perdananya di Markas Besar Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) di Paris, pelatih berusia 54 tahun itu mengungkapkan bahwa ia sengaja menolak semua tawaran melatih klub dalam lima tahun terakhir karena hanya ingin menangani Les Bleus.  

Zidane, yang menganggur sejak mengundurkan diri dari Real Madrid pada 2021, menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Penunjukannya mengakhiri spekulasi bertahun-tahun mengenai siapa yang akan memimpin era baru Les Bleus setelah era kepemimpinan Deschamps.  

Kesabaran Lima Tahun yang Berbuah Manis

Proses penunjukan Zidane sebagai suksesor Deschamps sebenarnya telah tercium sejak awal 2025 ketika Deschamps mengumumkan rencananya untuk mundur usai gelaran Piala Dunia 2026. Zidane menegaskan bahwa melatih negara sendiri adalah satu-satunya ambisi karier kepelatihannya setelah mencapai puncak kejayaan bersama Real Madrid.

"Bagi saya ini adalah kelanjutan, sebuah mimpi," kata Zidane. "Saya mendapat beberapa tawaran selama lima tahun saya berada di luar negeri untuk melatih sebuah klub, tetapi saya menolak semuanya demi timnas Prancis. Itu satu-satunya hal yang ingin saya lakukan."

Baca juga: Zinedine Zidane Resmi Jadi Pelatih Kepala Timnas Prancis

"Saya sudah mengatakannya berkali-kali: tidak ada yang lebih hebat dari tim nasional Prancis. Itulah mengapa merupakan suatu kegembiraan dan, tentu saja, kebanggaan besar bagi saya untuk menjadi manajer tim Prancis ini. Ini juga merupakan sebuah tanggung jawab.

"Saya memiliki begitu banyak emosi, saya siap menghadapi tantangan. Itulah yang memotivasi saya.

"Hari ini saya memiliki kesempatan untuk memimpin tim ini dan saya akan memberikan segalanya agar tim ini bisa menang. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada DD [Deschamps] atas tahun-tahun yang luar biasa ini."

Misi Mengembalikan Kejayaan Les Bleus

Presiden FFF Philippe Diallo menyebut kepulangan sang pahlawan Piala Dunia 1998 sebagai momen bersejarah yang sudah sangat dinantikan oleh seluruh publik Prancis. 

Zidane dinilai memiliki reputasi, aura kepemimpinan, dan ikatan emosional yang kuat untuk membawa timnas Prancis kembali bertengger di puncak dunia.  

"Kalian akan segera melihat gaya bermain saya," kata Zidane. "Saya termotivasi oleh permainan. Saya dulu seorang pemain nomor 10, dan yang memotivasi saya adalah mencetak gol.

"Saya tinggal di Spanyol selama 25 tahun, kalian tahu apa artinya itu. Di lapangan, saya adalah seorang pemimpin. Sekarang saya menjadi pemimpin melalui pengalaman saya.

Baca juga: Deschamps Ungkap Alasan Mundur dari Timnas Prancis usai Piala Dunia 2026

"Kemenangan di tahun '98 adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya, menang bersama rekan-rekan setim saya. Saya menghabiskan empat atau lima tahun menunggu hari itu. Saya emosional; kalian tidak bisa melihatnya, tetapi saya sangat gembira. Saya bahagia."

Tugas pertama Zidane akan dimulai pada bulan September mendatang dalam ajang UEFA Nations League 2026/27. 

Selain memimpin Prancis di babak kualifikasi Euro 2028, fokus utamanya adalah membangun skuad tangguh yang dihuni pemain-pemain bintang dunia agar mampu bersaing memperebutkan trofi-trofi mayor internasional.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!