Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih tim nasional Prancis, Zinedine Zidane, menjelaskan aksi selebrasi emosionalnya dengan menendang bola di pinggir lapangan usai gol penentu kemenangan Michael Olise ke gawang Belgia dalam ajang UEFA Nations League, Selasa (29/9) dini hari WIB.
Sosok legendaris Les Bleus itu secara terbuka mengaku bahwa nalurinya sebagai mantan pemain membuncah hingga ia merasa "ingin menjadi bagian" dari aksi spektakuler anak asuhnya tersebut.
Prancis mengunci kemenangan tipis 1-0 di Stadion Raja Baudouin berkat aksi individu menawan Olise pada menit ke-88.
Penyerang sayap Bayern Munich yang masuk sebagai pemain pengganti itu melakukan giringan bola melewati barisan bek Belgia sebelum melepaskan tembakan terukur ke pojok bawah gawang.
Baca juga: Belgia 0-1 Prancis: Gol Olise di Menit Akhir Jaga Rekor Sempurna Zidane
Tepat ketika bola menggetarkan jala, Zidane tak mampu menahan kegembiraannya; ia berlari menyusuri area teknis sembari berteriak keras dan meluapkan euforia dengan menendang bola yang berada di dekat jalurnya.
Dalam sesi wawancara usai pertandingan, Zidane yang biasanya tampil tenang dan elegan di pinggir lapangan sambil tersenyum mengungkapkan alasan di balik selebrasi liarnya yang mendadak tular di media sosial.
"Saya mengikuti alur permainannya dan ingin menjadi bagian darinya," kata Zidane.
"Saya merasakan dia sedang melakukan aksi dribel dan menciptakan permainan yang luar biasa, jadi saya ingin mengikutinya. Lalu saya melihat bola di sana dan berkata pada diri sendiri bahwa saya harus menembaknya. Mungkin terdengar agak konyol, tapi itu tidak masalah."
Pelatih berusia 54 tahun itu juga memberikan sanjungan tinggi bagi Olise, yang menjadi sosok pembeda di tengah absennya kapten Kylian Mbappé akibat cedera lutut.
Baca juga: Mbappé Alami Hiperekstensi Lutut Kiri Bersama Timnas Prancis
Zidane menilai kecerdasan taktis dan keberanian Olise dalam mengeksekusi peluang merupakan cerminan bakat murni yang langka di sepak bola modern.
Kemenangan dramatis di Brussel menandai kelanjutan tren positif Prancis di bawah komando Zidane sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari Didier Deschamps pasca-Piala Dunia 2026. Setelah menundukkan Turki 1-0 pada laga pembuka, Les Bleus kini mengoleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan awal dan kokoh di puncak klasemen Grup A.
"Saya percaya pada para pemain saya," ujar Zidane. "Saya yakin memiliki sebuah kelompok, sebuah tim, yang memiliki hubungan baik dan mampu bekerja sama dengan apik. Saya memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi.
"Saya sama sekali tidak khawatir dengan apa yang mungkin terjadi. Lagipula, memang begitulah rencananya sejak awal. Saya berkata pada diri sendiri bahwa saya memiliki 23 pemain yang bisa saya andalkan, dan pada akhirnya saya akan menggunakan mereka semua."
Hasil ini tak hanya mengamankan poin vital bagi Prancis di UEFA Nations League, namun selebrasi lepas Zidane di pinggir lapangan turut memperlihatkan ikatan erat dan gairah tinggi yang mulai mengakar kuat di era baru skuad Les Bleus.