Kapten tim nasional Swiss, Granit Xhaka, dipastikan absen dari pemusatan latihan dan rangkaian pertandingan UEFA Nations League mendatang setelah mengakui secara terbuka telah memperoleh sertifikat vaksinasi COVID-19 palsu pada tahun 2022. Keputusan pencoretan ini dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) pada Senin waktu setempat usai tercapainya kesepakatan bersama antara federasi dan sang pemain.   

Gelandang berusia 33 tahun yang kini membela Sunderland tersebut menyampaikan pengakuan emosional melalui media sosial. Xhaka mengungkapkan bahwa tindakan tersebut dilakukan di tengah keraguan mendalam dan rasa takut terhadap vaksin COVID-19 saat dirinya masih memperkuat klub Inggris, Arsenal.  

Pengakuan Sang Kapten

Dalam penjelasannya, pemegang rekor 152 penampilan bersama Nati tersebut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas keputusan keliru yang diambilnya empat tahun lalu.   

"Belakangan ini, banyak pemberitaan mengenai suatu hal dari masa lalu saya. Saya ingin menanggapi hal ini secara pribadi," tulisnya. "Saat itu, saya pribadi merasa sangat ragu dan memiliki kekhawatiran serius terkait vaksinasi Covid-19. Saya merasa sangat tidak percaya pada vaksin tersebut serta diliputi rasa takut dan ketidakpastian.

Baca juga: Keputusan Keliru: Breel Embolo Harusnya Tidak Dikartu Merah saat Lawan Argentina

"Dalam kondisi emosional yang kacau itu, saya justru memperoleh sertifikat vaksinasi alih-alih mencari jawaban atas keraguan saya melalui saluran yang semestinya. Kini saya menyadari sepenuhnya bahwa tindakan tersebut bukanlah langkah yang tepat. Itu adalah sebuah kesalahan. Saya memohon maaf. Saya bertanggung jawab atas keputusan ini, berkomitmen untuk menelusuri masalah tersebut, dan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait."

Penyelidikan Hukum di Lucerne

Pencoretan Xhaka bertepatan dengan dilakukannya penyelidikan hukum oleh Kejaksaan Cantonal Lucerne. Otoritas Swiss tengah mengusut dugaan pemalsuan dokumen dan pemalsuan sertifikat kesehatan yang melibatkan seorang dokter di Lucerne yang diduga menerbitkan serangkaian sertifikat palsu selama masa pandemi.   

Presiden SFV, Peter Knäbel, menyambut baik langkah sang kapten untuk berterus terang dan menghadapi konsekuensi dari tindakannya.   

“Granit Xhaka menemui kami terkait situasi ini pada Minggu malam lalu dan menyatakan akan mengakuinya secara terbuka serta bertanggung jawab,” ujar Knäbel.

Baca juga: Tutup Pintu ke Chelsea, Le Bris Pastikan Xhaka Bertahan di Sunderland

“Kami menyambut baik langkah Granit dan kesediaannya menghadapi konsekuensi tersebut. Kami sepakat bahwa demi kepentingan tim, pemusatan latihan ini sebaiknya diselesaikan tanpa kehadirannya. Prioritas kami saat ini adalah meredakan situasi.”

Dampak Bagi Skuad Timnas Swiss

Keputusan ini membuat skuad timnas Swiss harus berjuang tanpa sosok jenderal lapangan tengah mereka dalam laga UEFA Nations League menghadapi Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia. Federasi mengonfirmasi bakal mengevaluasi kembali situasi Xhaka setelah jeda internasional berakhir.   

Meski terancam proses pemeriksaan oleh otoritas hukum setempat, sikap kooperatif Xhaka diharapkan dapat membantu menyelesaikan penyelidikan, sementara fokus skuad Swiss kini teralih penuh pada persiapan laga internasional tanpa hadirnya sang kapten.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!