Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Kapten Sunderland dan tim nasional Swiss, Granit Xhaka, dijatuhi hukuman denda bersyarat sebesar 150.000 franc Swiss setelah mengakui memperoleh sertifikat vaksinasi COVID-19 palsu pada 2022. Gelandang berusia 34 tahun tersebut menerima keputusan otoritas hukum Swiss dan menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya.
Hukuman itu terdiri dari 50 unit denda harian, masing-masing senilai 3.000 franc Swiss, dengan masa percobaan selama dua tahun. Artinya, Xhaka tidak perlu membayar denda tersebut selama tidak melakukan pelanggaran hukum lainnya dalam periode tersebut. Ia mengatakan telah membayar biaya proses hukum yang dibebankan kepadanya.
Xhaka menyampaikan hasil perkara tersebut melalui pernyataan di media sosial pada Kamis (8/10/2026). Ia menegaskan bahwa dirinya menerima keputusan tersebut dan tidak berusaha menghindari tanggung jawab.
“Beberapa minggu lalu, saya menyatakan akan bertanggung jawab atas keputusan yang saya ambil. Saya tetap berpegang pada pernyataan tersebut,” ujar Xhaka.
Baca juga: Xhaka Mundur dari Timnas Swiss Usai Akui Pakai Sertifikat COVID-19 Palsu
Mantan pemain Arsenal itu sebelumnya mengakui bahwa dirinya memperoleh sertifikat palsu pada 2022, ketika masih bermain di klub London tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusannya saat itu dipengaruhi ketidakpercayaan yang mendalam serta kekhawatiran mengenai vaksin COVID-19.
Namun, Xhaka kini mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan. Ia juga menyatakan telah memberikan keterangan lengkap kepada pihak kejaksaan dan bekerja sama selama proses hukum berlangsung.
Kasus tersebut ditangani oleh kantor kejaksaan di kanton Lucerne, Swiss, dalam penyelidikan yang turut melibatkan seorang dokter yang diduga menerbitkan sertifikat vaksinasi palsu.
"Saya dijatuhi hukuman melalui putusan ringkas atas perolehan sertifikat palsu, berupa denda yang ditangguhkan sebesar 50 kali tarif harian yang masing-masing bernilai CHF 3.000 [£2.726],” lanjut Xhaka.
"Saya menerima keputusan tersebut dan bertanggung jawab atas tindakan saya. Terima kasih atas banyaknya pesan dukungan selama beberapa minggu terakhir. Dukungan tersebut sangat berarti bagi saya."
Perkara hukum tersebut juga berdampak pada keterlibatan Xhaka bersama tim nasional. Sang kapten tidak masuk skuad Swiss untuk empat pertandingan UEFA Nations League terakhir selama proses penyelidikan berlangsung.
Asosiasi Sepak Bola Swiss sebelumnya menyatakan bahwa Xhaka dan federasi sepakat untuk menunda keterlibatannya bersama tim nasional selama periode tersebut. Setelah keputusan hukum diumumkan, federasi menyatakan akan melanjutkan pembicaraan dengan sang pemain mengenai masa depannya bersama tim nasional.
Xhaka merupakan salah satu figur terpenting dalam sejarah sepak bola Swiss. Ia telah mencatatkan 152 penampilan internasional, menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk tim nasional putra Swiss.
Baca juga: Tutup Pintu ke Chelsea, Le Bris Pastikan Xhaka Bertahan di Sunderland
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai kapan ia akan kembali memperkuat negaranya. Penyelesaian perkara hukum membuka jalan bagi pembicaraan lebih lanjut, tetapi keputusan mengenai perannya di tim nasional masih perlu ditentukan.
Di level klub, Xhaka tetap menjadi sosok penting bagi Sunderland setelah bergabung dengan klub tersebut pada 2025. Pengalaman serta kepemimpinannya di lini tengah menjadi bagian utama dari perannya bersama tim asuhan Régis Le Bris.
Pelatih Sunderland itu sebelumnya menyatakan bahwa masalah hukum yang dihadapi Xhaka tidak mengganggu profesionalismenya dalam latihan. Sang gelandang kini berpeluang kembali memusatkan perhatian pada kompetisi klub setelah perkembangan terbaru dalam kasusnya.
Namun, perkara tersebut tetap menjadi sorotan di Swiss, terutama karena Xhaka merupakan kapten dan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah tim nasional.
Dengan menerima keputusan hukum dan menyatakan penyesalannya, Xhaka kini menghadapi tahap berikutnya dalam kariernya. Masa depannya bersama tim nasional akan menjadi salah satu hal yang diperhatikan setelah pembicaraan dengan federasi dilanjutkan.
Untuk saat ini, hukuman denda bersyarat tersebut menjadi penyelesaian hukum bagi Xhaka atas kasus sertifikat COVID-19 palsu. Sang gelandang menegaskan menerima keputusan itu dan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diakuinya.