Pelatih Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara tegas menepis wacana untuk mengistirahatkan para pemainnya atau membiarkan klub-klub Premier League mengatur menit bermain selama jeda internasional UEFA Nations League yang cukup padat. 

Pelatih asal Jerman tersebut menilai ide untuk pilih-pilih laga atau menurunkan intensitas sebagai sebuah kegilaan dan berjanji akan tampil habis-habisan saat melakoni laga tandang melawan Republik Ceko di Fortuna Arena, Praha, Rabu (30/9) dini hari WIB.   

Tolak Kompromi dan Telepon dari Manajer Klub

Tekanan menyelimuti armada The Three Lions setelah mereka menelan kekalahan tipis 2-3 dari Spanyol di Stadion Wembley pada Minggu lalu. Meski dibayangi jadwal kompetisi domestik dan Eropa yang sangat melelahkan bagi para pemainnya, Tuchel menegaskan bahwa mengenakan seragam tim nasional membutuhkan komitmen penuh tanpa ada istilah menyimpan tenaga.   

Tuchel mengonfirmasi bahwa ia tidak akan melayani permintaan dari para manajer klub yang ingin membatasi jam terbang pemain mereka di ajang internasional. Menurut mantan manajer Paris Saint-Germain dan Chelsea tersebut, memberi sinyal kepada pemain bahwa mereka boleh mengendurkan intensitas di panggung internasional adalah langkah yang sangat keliru.   

Baca juga: Harry Kane Pertimbangkan Jadi Kicker NFL usai Gantung Sepatu

"Saya tidak menerima telepon dari manajer Premier League," kata Tuchel. "Saya tidak pernah menelepon pelatih tim nasional mana pun [saat saya melatih klub]. Saya tidak bisa mengatur [jatah menit bermain] para pemain. Itu mustahil. 

“Saya tahu saat menjadi pelatih klub... jika saya menelepon pelatih di Brasil atau Argentina, mereka tidak akan mengerti apa yang saya bicarakan. Para pemain pun tidak akan mengerti apa yang saya bicarakan."

“Mengapa saya harus melakukan ini dan memberi kesan kepada para pemain bahwa tidak masalah untuk sedikit mengendurkan tempo, berbagi jatah bermain dalam satu babak, atau beristirahat di satu pertandingan? Saya tidak akan pernah melakukannya. Itu tindakan konyol. 

“Kami ingin memenangkan pertandingan berikutnya. Saya sebenarnya tidak ingin melakukan rotasi, tetapi saya tidak yakin apakah hal itu memungkinkan.”

Tuchel menambahkan bahwa skenario ideal baginya adalah terus menurunkan komposisi terbaik dari pertandingan ke pertandingan agar para pemain utama merasakan tanggung jawab serta kepercayaan penuh dari jajaran pelatih.   

Misi Kebangkitan di Praha dan Peran Bellingham

Kekalahan dari Spanyol menuntut respons cepat dari skuad Inggris untuk menjaga peluang mereka di UEFA Nations League. Menghadapi Republik Ceko, Tuchel mengisyaratkan bakal kembali mengandalkan gelandang energik Jude Bellingham yang tampil garang di laga sebelumnya.

Baca juga: Termasuk Palmer dan Rice, Lima Pemain Mundur Dari Skuad Inggris

Sang manajer memuji mentalitas Bellingham yang dinilainya selalu bermain dengan daya juang tinggi dan sedikit "amarah" positif di lapangan untuk membakar semangat tim.

"Dia menyukainya," ujar Tuchel. "Performanya justru meningkat jika hal itu terjadi.”

"Lebih baik jika dia bermain dengan sedikit amarah. Memang seperti itulah gayanya. Menurut saya, terkadang dia justru mencari momen-momen seperti itu untuk membakar semangatnya."

Tekanan yang Harus Dihadapi

Meskipun mengakui adanya tekanan tinggi usai hasil minor di Wembley, Tuchel optimistis anak asuhnya mampu mengatasi situasi tersebut. 

Dengan laga-laga krusial yang sudah menanti di depan mata, ia meminta seluruh pemain untuk tampil proaktif dan melepaskan gaya bermain irit tenaga demi membawa pulang tiga poin penuh dari Praha.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!