Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih anyar tim nasional Belgia, Mark van Bommel, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ragu untuk menerima tawaran melatih The Red Devils, meskipun ada peluang terbuka untuk menangani tim nasional negara asalnya, Belanda.
Van Bommel resmi diperkenalkan sebagai suksesor Rudi Garcia yang mengundurkan diri seusai gelaran Piala Dunia 2026. Dalam sesi perkenalan resminya pada hari Jumat, juru taktik berusia 49 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi dua tahun yang memagarnya hingga putaran final Euro 2028.
Situasi kursi kepelatihan timnas Belanda saat ini memang tengah kosong setelah perpisahan dengan Ronald Koeman pascalangkah mereka di Piala Dunia.
Namun, mantan gelandang timnas Belanda yang mencatatkan 79 penampilan bagi De Oranje tersebut mengaku tak pernah berpikir untuk menunda keputusannya demi menunggu panggilan dari KNVB.
"Apakah saya ingin menunggu tim nasional Belanda? Tidak, sama sekali tidak. Saya bahkan tidak memikirkan hal itu sama sekali," tegas Van Bommel.
Baca juga: Courtois Sambut Positif Penunjukan "Pelatih Top" Van Bommel ke Timnas Belgia
"Sebagai seorang pelatih, menangani sebuah tim nasional adalah salah satu pekerjaan terbaik yang ada. Anda bekerja dengan para pemain terbaik di sebuah negara, dan tidak banyak negara yang benar-benar berada di level teratas."
Van Bommel menambahkan bahwa setelah sempat menganggur pascameninggalkan Royal Antwerp, penawaran dari federasi sepak bola Belgia datang di saat yang tepat dan diproses dengan sangat cepat.
"Saya sangat senang berada di sini. Hal ini berbeda dengan melatih klub, namun tantangan ini sangat cocok bagi saya,” lanjutnya.
"Dalam dua tahun terakhir, saya menerima banyak tawaran, tetapi tidak ada satu pun yang membuat saya yakin. Segala sesuatunya berjalan sangat cepat di sini. Melatih tim nasional—terlebih lagi Belgia—merupakan sebuah kehormatan. Setiap pelatih pasti menginginkan kesempatan ini."
Penunjukan Van Bommel oleh Belgia bukanlah hal yang mengejutkan bagi publik sepak bola setempat. Juru taktik ini memiliki ikatan yang sangat kuat dengan sepak bola Belgia setelah sukses mengantarkan Royal Antwerp meraih gelar juara Liga Pro Belgia dan Piala Belgia pada musim 2022/2023, mengakhiri dahaga gelar liga klub tersebut selama 66 tahun.
Pengalaman mendalam mengenai karakter pemain serta kultur sepak bola Belgia menjadi modal berharga bagi Van Bommel. Tugas pertamanya adalah memimpin armada Setan Merah dalam ajang UEFA Nations League yang akan dimulai pada bulan September mendatang.
Baca juga: Courtois Ingin Rehat dari Timnas Belgia, Minta Absen di Nations League
Menanggapi wacana mengenai fase transisi timnas Belgia, Van Bommel menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun mentalitas pemenang dan membawa tim melangkah sejauh mungkin di setiap kompetisi.
"Sebagai pesepak bola dan pelatih, Anda selalu ingin menang. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di tengah jalan, tetapi Anda selalu ingin melangkah sejauh mungkin," pungkasnya.
“Di Belanda, orang sering berkata: "Kita akan menjadi juara dunia." Namun, ada cukup banyak faktor yang berperan. Jadi, saya tidak ingin gembar-gembor mengatakan bahwa kita akan menjuarai Kejuaraan Eropa, meskipun itulah alasan kita bermain."
Dengan berlabuhnya Van Bommel di Brussel, Belanda kini harus mencari kandidat lain untuk mengisi posisi pelatih kepala mereka, sementara Belgia menatap era baru di bawah kendali sang legenda De Oranje.