Tanpa Ego, Havertz Tegaskan Lini Serang Jerman Kompak Demi Sukses di Piala Dunia
Penyerang timnas Jerman, Kai Havertz, menepis kabar adanya persaingan internal yang tidak sehat di dalam skuad asuhan Julian Nagelsmann. Ia menegaskan bahwa deretan pemain depan Die Mannschaft fokus bekerja sama sebagai sebuah tim, alih-alih saling sikut demi memperebutkan posisi utama di Piala Dunia 2026.
Berbicara dalam konferensi pers pertamanya di markas latihan tim di Illinois setelah mendarat di Amerika Serikat pada Selasa kemarin, bintang Arsenal berusia 26 tahun tersebut menilai melimpahnya opsi di lini serang Jerman sebagai sebuah kemewahan, bukan sebuah masalah. Menjelang bergulirnya turnamen akbar di AS, Meksiko, dan Kanada pekan depan, pernyataan Havertz ini memperlihatkan keharmonisan ruang ganti Jerman yang bertekad bangkit setelah satu dekade terpuruk di kancah internasional.
Masalah yang Bagus
Nagelsmann menatap Piala Dunia 2026 dengan salah satu lini depan paling dinamis di sepak bola internasional, yang dihuni oleh talenta seperti Florian Wirtz, Jamal Musiala, Nick Woltemade, Lennart Karl, Leroy Sane, hingga penyerang yang tengah naik daun, Deniz Undav.
Baca juga: Jerman Makin Matang Jelang Piala Dunia Usai Cukur Finlandia 4-0
Saat Havertz tengah membela Arsenal di final Liga Champions pekan lalu, rekan-rekan senegaranya sukses melumat Finlandia 4-0 dalam laga uji coba hari Minggu. Undav mencuri perhatian lewat torehan dua golnya, yang langsung memicu perdebatan di media Jerman mengenai siapa yang lebih layak menjadi ujung tombak utama antara dirinya dan Havertz.
“Kami memiliki banyak pilihan (di lini serang),” kata Havertz. “Ini adalah masalah yang sangat baik. Jauh lebih baik memiliki lebih banyak pemain bagus daripada lebih sedikit di dalam tim.”
Menolak membiarkan rivalitas individu merusak fokus tim, Havertz justru melayangkan pujian untuk Undav.
"Ada variasi. Kami membutuhkan semua pemain dan banyak yang mampu bermain di posisi berbeda," jelas Havertz.
"Statistiknya berbicara sendiri. Di tim nasional, dia adalah bagian yang sangat penting. Kami, sebagai pemain, tahu itu. Tidak ada yang takut pada siapa pun. Kita harus berfungsi sebagai tim bersama dan setiap orang akan dibutuhkan."
Nagelsmann Beri Garansi untuk Havertz
Situasi ini tampaknya sudah diantisipasi dengan baik oleh Julian Nagelsmann. Pelatih kepala Jerman tersebut sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Havertz akan memegang peran krusial dalam taktiknya, terutama karena etos kerja sang pemain saat membantu pertahanan serta keunggulannya dalam duel udara.
Baca juga: Neuer Batalkan Pensiun, Jadi Kiper Utama Jerman untuk Piala Dunia 2026
“Kami membutuhkan Kai; golnya di final Liga Champions sangat luar biasa. Anda bisa melihat betapa pentingnya dia, etos kerjanya dalam bertahan, kemampuan sundulannya yang brilian, bahkan dalam situasi bola mati defensif. Dia orang yang sangat baik, pria yang benar-benar hebat, dan pemain top. Dia akan tampil bagus musim panas ini," ujar Nagelsmann.
Persiapan Akhir dan Algojo Penalti
Jerman akan melakoni laga uji coba terakhir mereka pada hari Sabtu ini melawan tim tuan rumah Amerika Serikat di Soldier Field, Chicago. Laga ini menjadi kesempatan pertama bagi Havertz untuk langsung terintegrasi dengan tim di tanah Amerika.
Selain masalah formasi, perhatian media juga tertuju pada detail teknis di lapangan, salah satunya mengenai siapa yang akan menjadi eksekutor penalti utama. Havertz, yang menjadi algojo utama Jerman di Euro 2024 lalu, mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada urutan kaku yang ditetapkan oleh pelatih.
“Kami belum membicarakan hal itu,” tegas Havertz. “Dalam beberapa tahun terakhir, saya biasanya yang mengambil penalti. Tetapi kami memiliki pemain bagus lainnya yang dapat mengeksekusi penalti dengan baik. Belum ada hierarki.”
Menghadapi persaingan di Grup E melawan Curaçao, Pantai Gading, dan Ekuador, kunci Jerman untuk mengembalikan reputasi besar mereka terletak pada kohesi tim yang digaungkan oleh Havertz. Jika Die Mannschaft ingin menguasai takhta di Amerika Utara, mereka tidak bisa hanya mengandalkan satu bintang tunggal, melainkan seluruh unit yang bergerak selaras.