Kapten Korea Selatan, Son Heung-min, secara tegas menepis rumor yang menyebutkan bahwa Piala Dunia 2026 di Amerika Utara ini akan menjadi panggung terakhirnya di level internasional. Penyerang berusia 33 tahun tersebut menegaskan fokusnya saat ini adalah membawa Taegeuk Warriors terbang tinggi, dimulai dari laga pembuka Grup A yang krusial melawan Republik Ceko.  

Ikon sepak bola Asia yang kini merumput di Major League Soccer (MLS) bersama Los Angeles FC ini mendarat di Meksiko di tengah sorotan tajam. Son sedang mengalami periode sulit setelah gagal mencetak gol dalam 13 pertandingan terakhirnya di level klub. Namun, sang kapten menegaskan bahwa motivasi dan gairahnya membela negara tidak pernah surut, bahkan ia merasa seperti "anak kecil" yang kembali bergairah menyambut turnamen terbesar di dunia ini.  

Menepis Anggapan Pensiun

Dalam konferensi pers resmi jelang pertandingan di Estadio Guadalajara, Son meluruskan segala spekulasi mengenai masa depannya di tim nasional yang terus digoreng oleh media.  

"Saya tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa ini adalah Piala Dunia terakhir saya," ujar Son dengan nada tegas. 

"Entah itu Piala Dunia pertama saya atau Piala Dunia keempat, saya merasa seperti anak kecil lagi. Ini adalah panggung impian.

Baca juga: Rodrygo dan Estevão Menggila: Brasil Bantai Korea Selatan 5-0 di Seoul

"Ini bukan sesuatu yang bisa diungkapkan dengan satu kata. Entah itu Piala Dunia pertama, keempat, atau keenam, pola pikir kita harus sama ketika kita berpartisipasi di Piala Dunia."

Alih-alih memikirkan kapan harus gantung sepatu, mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut justru mengaku harus mengontrol antusiasme rekan-rekan setimnya yang dinilai sangat membara menyambut laga perdana ini.

"Saya rasa selama [Piala Dunia terakhir di] Qatar, kami menunjukkan banyak kekuatan tetapi juga mengalami kekalahan dan kegagalan. Saya rasa itu adalah pelajaran yang telah kami pelajari untuk ke depannya,” tambahnya.

"Tentu saja, kami sedikit lebih dewasa dan berpengalaman. Ada beberapa perubahan [dalam susunan pemain] tetapi pola pikir kami di panggung dunia tetap sama.

"Suasana, sejak awal, sama sekali tidak ada masalah. Dan setiap kali saya melihat rekan-rekan setim saya bekerja sangat keras untuk tim, untuk Korea, terkadang saya bahkan harus menenangkan mereka.

"Kami sangat siap dan saya berharap kami akan mendapatkan hasil yang baik besok karena saya yakin mereka [rekan-rekan setimnya] pantas mendapatkannya."

Misi Mengakhiri Paceklik Gol

Laga melawan Republik Ceko pada Kamis malam waktu setempat (Jumat pagi WIB) akan menjadi pembuktian bagi Son untuk membungkam para pengkritik. Catatan dua gol dari uji coba internasional terakhirnya melawan Trinidad dan Tobago bulan lalu menjadi modal berharga bahwa ketajamannya belum sepenuhnya hilang saat mengenakan seragam kebesaran Korea Selatan.  

Baca juga: Dikritik Son, Menteri Olahraga Korsel Inspeksi Kondisi Lapangan

Di sisi lain, Republik Ceko yang kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun tentu bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Pelatih Ceko, Miroslav Koubek, diprediksi akan menerapkan strategi defensif yang disiplin untuk meredam kecepatan lini serang Korea Selatan yang dipimpin oleh Son dan penyerang Wolverhampton Wanderers, Hwang Hee-chan.  

Jika Korea Selatan ingin melangkah jauh dari Grup A yang juga dihuni oleh tuan rumah Meksiko dan Afrika Selatan, mereka membutuhkan performa terbaik dari sang kapten. Dan bagi Son Heung-min, tidak ada tempat yang lebih sempurna untuk mengakhiri paceklik golnya selain di panggung termegah jagat sepak bola.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!