Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter melontarkan kritik pedas terhadap rencana kontroversial badan pengelola sepak bola dunia tersebut untuk menjual sebagian saham di anak perusahaan komersial barunya. Pria asal Swis yang memimpin FIFA selama 17 tahun hingga 2015 itu menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah produk investasi bagi ekuitas swasta.
Pernyataan keras Blatter muncul setelah FIFA mengumumkan rencana pembentukan anak perusahaan komersial bernama FIFA Forward Enterprise senilai 20 miliar dolar AS untuk mengelola hak komersial ajang-ajang besar. Dalam proposal yang diusung penggantinya, Gianni Infantino, FIFA berencana melepas hingga 20 persen saham (sekitar 4 miliar dolar AS) kepada investor luar.
"Sepak bola bukan milik individu atau institusi mana pun. Sepak bola adalah milik rakyat," kata Blatter kepada Reuters.
Baca juga: Perang Terbuka Sepak Bola: UEFA Gelar Rapat Darurat Ancam Boikot Piala Dunia
"Jika FIFA dialihkan ke struktur korporasi yang berorientasi pada keuntungan, ia akan kehilangan jiwanya."
Pria berusia 90 tahun tersebut mengaku terkejut dengan gagasan penjualan saham tersebut. Ia mengklaim tidak pernah sekali pun mempertimbangkan langkah semacam itu selama bertahun-tahun memimpin organisasi yang bermarkas di Zurich tersebut.
Blatter menekankan adanya perbedaan mendasar antara mengelola sebuah kejuaraan dunia dan menguasainya secara komersial. Menurutnya, Piala Dunia adalah bagian dari warisan budaya sepak bola global yang dilindungi oleh badan dunia, bukan komoditas jualan bagi segelintir eksekutif.
"Piala Dunia FIFA bukanlah aset komersial yang dimiliki oleh segelintir eksekutif," tambah Blatter. "Ini adalah bagian dari warisan budaya sepak bola dunia. FIFA adalah penjaga Piala Dunia, bukan pemiliknya. Ada perbedaan mendasar di antara keduanya."
Baca juga: FIFA Janjikan 40 Juta Dolar untuk Dukungan Penjualan Saham Piala Dunia
Ia menambahkan bahwa motivasi investor swasta yang mengejar keuntungan finansial dan pengaruh jangka pendek berisiko merusak struktur tata kelola sepak bola yang telah bertahan selama lebih dari satu abad.
Kritik Blatter kian mempertegas penolakan luas yang sedang dihadapi FIFA. Sebelumnya, badan sepak bola Eropa (UEFA) bersama konfederasi regional seperti CONCACAF dan AFC mengecam keras proposal tersebut karena merasa dikangkangi dan tidak diajak berkonsultasi secara transparan.
Langkah FIFA yang menjanjikan imbalan dana hingga 40 juta dolar AS bagi asosiasi anggota yang bersedia memberikan dukungan juga memicu tuduhan bahwa federasi internasional tersebut tengah mencoba "membeli" suara federasi kecil.
Baca juga: Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Tuai Kecaman Global
Meskipun tanggapan Blatter menuai sorotan tersendiri di media sosial mengingat masa lalunya yang diwarnai skandal korupsi sebelum akhirnya dibebaskan, serangannya terhadap Infantino memperuncing konflik politik internal mengenai masa depan komersialisasi sepak bola dunia.