Pelatih tim nasional Italia, Roberto Mancini, mengaku sudah memperkirakan bahwa timnya akan kehilangan sebagian kelancaran alur permainan saat menundukkan Turki 3-1 dalam lanjutan UEFA Nations League di Stadio Renato Dall'Ara, Bologna. 

Mancini melakukan perombakan besar-besaran dengan merotasi sembilan pemain utama dalam susunan starter, namun tetap memberikan apresiasi tinggi atas daya juang tim serta potensi besar gelandang muda Alessandro Romano.   

Konsekuensi Rotasi Besar-Besaran

Hanya Gianluigi Donnarumma dan Alessandro Bastoni yang dipertahankan dari susunan pemain awal pada pertandingan sebelumnya. 

Keputusan Mancini untuk menguji kedalaman skuad sempat membuat Gli Azzurri kesulitan mengendalikan tempo di babak pertama, dengan Turki arahan Vincenzo Montella memegang kendali penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang.  

Baca juga: Italia 3-1 Turki: Calafiori dan Pio Esposito Pastikan Azzurri Raih Kemenangan

Meski demikian, Italia berhasil mencetak gol pembuka lewat tembakan Gianluca Scamacca pada menit ke-26. Turki sempat menyamakan kedudukan melalui Aral Şimşir di babak kedua, sebelum tandukan Riccardo Calafiori dan gol penutup Francesco Pio Esposito memastikan tiga poin penuh bagi tuan rumah.   

“Terlepas dari adanya perubahan, tentu saja ada rasa lelah. Kami sempat kesulitan di awal, namun para pemain tampil baik untuk kembali ke jalur yang tepat dan mencetak gol lagi setelah kedudukan menjadi 1-1; jadi, ini adalah pertandingan yang bagus mengingat ini adalah laga keempat dalam kurun waktu yang begitu singkat,” kata Mancini kepada RAI Sport. 

“Satu-satunya hal yang pasti adalah kami akan kehilangan sebagian dari keluwesan permainan itu; hal tersebut sudah sepenuhnya diperkirakan dan diprediksi. Kami juga memiliki dua pemain yang sudah mengantongi kartu kuning dan wasit tampaknya cenderung akan kembali memberi mereka kartu, jadi saya menarik mereka keluar.”

Harapan Tinggi untuk Alessandro Romano

Di tengah perombakan skuad tersebut, sorotan khusus tertuju pada performa impresif Alessandro Romano di lini tengah. Gelandang muda itu tampil tenang dan matang dalam mengalirkan bola, serta menjadi kreator lewat umpan silang matangnya yang diselesaikan oleh Pio Esposito pada menit ke-87.   

Mancini menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Romano bukanlah sekadar eksperimen semata, melainkan bagian dari proses pematangan jangka panjang bagi sang pemain.   

Baca juga: Calafiori sebut Gol Perdananya untuk Italia di Bologna Adalah Takdir

“Romano bisa menjalankan peran itu dengan mudah; dia perlu memainkan pertandingan-pertandingan ini agar terus berkembang,” pujinya.

Menjaga Asa di Grup A1

Kemenangan 3-1 ini membuat Italia mengumpulkan tujuh poin dari empat pertandingan di Grup A1 UEFA Nations League, menempel ketat Prancis di puncak klasemen. 

Gli Azzurri kini mengalihkan fokus ke laga tandang krusial melawan Belgia pada bulan depan untuk memperebutkan posisi puncak grup.   

“Kita harus terus seperti ini; kemungkinan besar kita harus berjuang demi posisi kita di Belgia,” pungkasnya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!