Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bek tim nasional Italia, Riccardo Calafiori, merasa gol internasional pertamanya untuk timnas senior di Bologna sudah menjadi takdir setelah membawa Gli Azzurri menang 3-1 atas Turki dalam lanjutan UEFA Nations League di Stadio Renato Dall'Ara.
Laga ini terasa sangat emosional bagi pemain berusia 24 tahun tersebut. Stadion Renato Dall'Ara merupakan tempat di mana kariernya melonjak tajam saat membela Bologna sebelum kepindahannya ke Arsenal. Pada penampilan pertandingannya yang ke-17 bersama timnas senior, Calafiori akhirnya memecah kebuntuan gol internasionalnya di atas rumput yang sangat familier.
Gol krusial Calafiori tercipta pada menit ke-64 melalui skema bola mati yang dirancang dengan matang. Memanfaatkan umpan lambung terukur Nicolò Barella ke tiang jauh, Calafiori menyambut bola dengan tandukan melengkung yang gagal dihalau kiper Turki. Gol tersebut mengembalikan keunggulan Italia menjadi 2-1 setelah Aral Şimşir sempat menyamakan gol pembuka Gianluca Scamacca.
Baca juga: Italia 3-1 Turki: Calafiori dan Pio Esposito Pastikan Azzurri Raih Kemenangan
Seusai pertandingan, Calafiori membeberkan bahwa skema eksekusi bola mati tersebut merupakan hasil latihan intensif bersama legenda lini belakang Italia yang kini masuk dalam jajaran staf pelatih, Leonardo Bonucci. Sambil tersenyum lebar, pemain bertahan serbabisa itu memberikan pujian yang diiringi seloroh jenaka.
“Kami berusaha untuk terus berkembang, karena kami bisa tampil lebih baik lagi dalam segala aspek. Sebenarnya, saya harus akui bahwa awalnya Bonucci menyuruh saya untuk tetap di belakang, namun di saat-saat terakhir dia justru berkata, ‘Kamu saja yang maju dan biarkan Kayode yang berjaga di belakang’,” kata Calafiori.
“Itu adalah intuisi yang cerdas, jadi Bonucci layak mendapatkan apresiasi khusus—terutama karena dia orangnya cukup egois dan memang ingin saya mengatakan hal itu.”
Calafiori tak menampik bahwa dirinya merasakan tekanan dan gejolak emosi yang tak biasa menjelang laga bergulir.
Bermain kembali di Bologna membawa kenangan indah dari perjalanan karier klubnya yang membentuknya menjadi salah satu bek muda paling diperhitungkan di Eropa.
“Segalanya seolah sudah digariskan oleh takdir; di sinilah saya menjalani debut dan mencetak gol pertama saya,” ungkap Calafiori.
Baca juga: Mancini Siapkan Perubahan Skuad Italia dan Pasang Badan untuk Montella
“Saya sangat berutang budi kepada kota dan para penggemar ini. Saya ingin membalas dukungan mereka—momen itu sungguh emosional. Sudah lama saya tidak merasakan sensasi seperti ini menjelang pertandingan; hal itu benar-benar menyentuh perasaan saya, dan saya sangat emosional.”
Kemenangan Italia kemudian disempurnakan oleh gol penutup Pio Esposito pada menit ke-87 untuk mengunci skor akhir 3-1. Hasil positif ini memberikan dorongan moral penting bagi Italia dalam perburuan posisi puncak grup UEFA Nations League, sekaligus membuktikan perkembangan bertahap yang terus ditunjukkan anak-asuh Gli Azzurri.