Penyerang muda Italia, Francesco Pio Esposito, terus mencuri perhatian lewat penampilan impresifnya di panggung internasional maupun domestik. Meski baru berusia 21 tahun dan tak henti-hentinya mencetak gol untuk tim nasional Italia serta Inter Milan, sang penyerang menegaskan bahwa dirinya menolak untuk terbuai oleh popularitas yang datang begitu cepat.   

Berbicara di sela-sela penganugerahan Penghargaan Gianluca Vialli di Rimini usai membantu Italia menang 3-1 atas Turki di ajang UEFA Nations League, laga di mana ia mencetak gol ketujuhnya dalam 13 penampilan bersama timnas senior, Esposito mengungkapkan rahasia di balik sikap membumi yang terus dibawanya ke mana pun ia melangkah.   

Kerendahan Hati dan Jejak Perjalanan Karier

Di tengah sanjungan publik yang menyebutnya sebagai masa depan lini serang Gli Azzurri, penyerang kelahiran tahun 2005 itu selalu mengingat dari mana perjalanan profesionalnya bermula. 

Ia menyadari betul bahwa lonjakan karier yang dialaminya terjadi dalam tempo yang sangat singkat.

"Saya bangga dengan apa yang telah saya capai sejauh ini bersama tim nasional dan berterima kasih kepada pelatih Roberto Mancini yang telah menaruh kepercayaan kepada saya," kata Esposito.

Baca juga: Italia 3-1 Turki: Calafiori dan Pio Esposito Pastikan Azzurri Raih Kemenangan

"Saya tidak lupa bahwa dua tahun lalu saya masih bermain di Serie B. Musim lalu saya mencatatkan 50 penampilan bersama Inter, dan kini saya bermain bersama dua penyerang terbaik di Serie A."

Pengalaman menimba ilmu di Serie B bersama Spezia sebelum kembali ke Inter Milan diakuinya menjadi fondasi utama dalam membentuk mentalitas bertanding dan sikap profesionalnya saat ini.

Belajar dari Para Bintang dan Nilai-Nilai Vialli

Mendapatkan tempat utama di lini depan Nerazzurri bukanlah perkara mudah bagi jebolan akademi Inter tersebut. 

Berada di skuad yang sama dengan nama-nama besar seperti Lautaro Martínez dan Marcus Thuram menuntut kesabaran serta kesiapan untuk memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan oleh pelatih. 

Esposito menegaskan bahwa rotasi di klub sebesar Inter adalah hal yang wajar. Ia memilih untuk fokus berkembang hari demi hari ketimbang meratapi menit bermain. Bagi sang penyerang, kesempatan berbagi ruang ganti dengan duet andalan Inter tersebut adalah sarana belajar terbaik.   

Baca juga: Sebastiano Esposito Bangga Dipanggil Timnas Italia Bersama Sang Adik

Penerimaan Penghargaan Gianluca Vialli juga memberikan makna emosional tersendiri bagi Esposito. Mendiang Vialli dikenal sebagai sosok penyerang legendaris yang tidak hanya tajam di lapangan, tetapi juga memiliki integritas serta nilai moral yang sangat tinggi di luar lapangan.   

"Menerima penghargaan ini membuat saya sangat bangga. Saya selalu mendengar cerita tentang Luca Vialli sebagai sosok yang sangat rendah hati dan teladan nyata bagi para pemain muda. Memakai jersey tim nasional Italia adalah impian setiap anak kecil, dan saya ingin terus menjaga rasa hormat tersebut di setiap pertandingan," tambah Esposito.   

Dengan torehan dua gol dan satu assist dalam lima penampilan Serie A musim ini serta kontribusi konsisten di ajang UEFA Nations League, termasuk momen langka bertanding bersama saudaranya, Sebastiano Esposito, Pio Esposito membuktikan bahwa ia bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan aset masa depan yang siap membawa sepak bola Italia kembali ke masa kejayaannya.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!