Dua bulan setelah mimpinya memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 kandas di Bandara Internasional Miami, wasit asal Somalia, Omar Artan, akhirnya bicara blak-blakan untuk pertama kalinya. Ia menyebut momen penolakan tersebut sebagai "periode yang sangat berat", sembari mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan global yang membawanya hingga ke panggung tertinggi sepak bola Eropa.

Pada hari Rabu mendatang (Kamis dini hari WIB), wasit berusia 34 tahun itu akan mengukir sejarah baru di Red Bull Arena, Salzburg, sebagai wasit non-Eropa pertama yang memimpin laga pembuka musim UEFA antara juara Liga Champions Paris Saint-Germain dan juara Liga Europa Aston Villa.

Kekecewaan Mendalam di Miami

Artan sebelumnya terpilih oleh FIFA sebagai salah satu wakil wasit terbaik Afrika untuk Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian bersejarah karena ia menjadi wasit Somalia pertama yang mendapat kehormatan tersebut. 

Namun, meskipun memegang visa dan dokumen resmi lainnya, Artan ditolak masuk oleh otoritas Perbatasan dan Bea Cukai Amerika Serikat saat tiba di Miami pada 6 Juni lalu dengan alasan adanya "kekhawatiran terkait pemeriksaan latar belakang" yang tidak dijelaskan secara rinci.

Baca juga: Desak Infantino Mundur, UEFA, CONCACAF, dan AFC Siapkan Turnamen Tandingan

Penolakan tersebut membuatnya gagal berpartisipasi di Piala Dunia, memicu simpati dan gelombang dukungan dari komunitas sepak bola internasional.

"Itu adalah masa-masa yang sangat sulit," ungkap Artan saat mengenang kejadian tersebut. "Banyak orang berempati kepada saya, karena ketika seseorang telah bekerja keras bertahun-tahun untuk sebuah impian, lalu batal begitu saja, itu sangat berat. Saya sangat mengapresiasi seluruh dukungan yang saya terima dari berbagai belahan dunia; saya sungguh berterima kasih."

Penunjukan Bersejarah di Salzburg

Alih-alih membiarkan kekecewaan merusak kariernya, Artan langsung bangkit. Ia tetap menjaga kebugarannya dengan memimpin laga-laga Liga Utama Somalia hingga dipercaya memimpin laga penentu juara Liga Premier Kuwait pada akhir Juni lalu.

Sebagai bentuk pengakuan atas kapasitasnya sekaligus wujud solidaritas internasional, Presiden UEFA Aleksander Čeferin, bekerja sama dengan Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe, menunjuk Artan untuk memimpin laga bergengsi Piala Super UEFA.

"Ketika kami menerima panggilan ini, itu adalah momen yang sangat membahagiakan bagi saya dan keluarga," tutur Artan. "Ada komunitas Somalia yang besar di Eropa dan Austria, dan mereka sangat bangga melihat saya memimpin laga sebesar ini."

Baca juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Bantah Klaim UEFA Bayar Uang Tolak ke Selingkuhan

Penunjukan ini menjadi bagian dari kerja sama strategis antara UEFA dan CAF untuk meningkatkan pertukaran wasit antarbenua.

Inspirasi Bagi Generasi Muda

Perjalanan karier Artan merupakan kisah ketangguhan yang luar biasa. Kehilangan ayahnya sejak kecil dan tumbuh di tengah dinamika sulit di Somalia, ia berhasil menembus daftar wasit internasional FIFA pada tahun 2018. 

Sejak saat itu, ia mencatatkan rekor sebagai wasit Somalia pertama di Piala Afrika, memimpin final Liga Champions CAF 2025, hingga dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF.

Jelang melangkah ke lapangan bersama para bintang dunia dari PSG dan Aston Villa, Artan berharap pengalamannya dapat memberi inspirasi bagi para wasit muda di seluruh dunia.

"Saya percaya jika saya bisa melakukannya, siapa pun juga bisa," tegas Artan. "Anda bisa meraih apa pun yang Anda inginkan. Jangan pernah berhenti bermimpi. Jika Anda ingin menjadi seorang wasit, itu adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!