Di tengah euforia kemenangan Spanyol usai menumbangkan Argentina di partai puncak Piala Dunia 2026 yang berlangsung sengit, gelandang muda La Roja, Gavi, secara mengejutkan membela gelandang lawan, Leandro Paredes, terkait insiden keributan setelah peluit panjang berbunyi.

Spanyol berhasil mengamankan gelar juara dunia kedua mereka di Stadion New York New Jersey berkat gol tunggal pemain pengganti, Ferran Torres, pada babak tambahan waktu menit ke-106. Namun, ketegangan yang memuncak sepanjang 120 menit meledak begitu laga usai.

Paredes terlibat dalam adu mulut dan dorong-dorongan hebat dengan beberapa pemain Spanyol, termasuk Eric García dan Gavi, sebelum wasit Slavko Vinčić mengganjarnya dengan kartu merah pasca-pertandingan. FIFA pun langsung membuka investigasi formal atas insiden tersebut berdasarkan Pasal 36 Kode Disiplin FIFA, yang berpotensi memicu sanksi larangan bertanding bagi sejumlah bintang tim asal Amerika Selatan tersebut.

Bagian dari Permainan

Meski berhadapan langsung dalam perselisihan tersebut, Gavi menilai bahwa hukuman tambahan untuk Paredes terlalu berlebihan. Pemain muda berbakat milik Barcelona itu menganggap bentrokan semacam itu adalah hal yang wajar dalam laga bertekanan tinggi.

Baca juga: Roberto Ayala Minta Maaf Atas Keributan dengan Dani Olmo di Final Piala Dunia

"Saya rasa Paredes tidak seharusnya dijatuhi skorsing," ujar Gavi saat diwawancarai stasiun radio Spanyol, El Partidazo de COPE. "Saya paham insiden ini bukan contoh yang baik untuk anak-anak, tetapi menurut saya, ada sisi sepak bola yang memang lebih fisik dan penuh intensitas seperti itu."

Gavi, yang dikenal dengan gaya bermainnya yang lugas dan pantang menyerah di lini tengah, memilih untuk menyelesaikan segala perselisihan di dalam lapangan saja dan mengulurkan tangan dingin kepada lawannya.

"Hal yang paling logis adalah mengusirnya dari lapangan saat pertandingan berlangsung, dan itu saja. Pada akhirnya, saya pikir ini semua tentang sepak bola dan harus seperti itu,” tambahnya.

Investigasi FIFA Tetap Berjalan

Meskipun ucapan Gavi mencerminkan rasa saling hormat antar sesama pemain di lapangan, Komite Disiplin FIFA berpeluang mengambil tindakan tegas. Pihak otoritas sepak bola dunia kini sedang meninjau laporan pertandingan serta bukti rekaman video dari kericuhan di akhir laga tersebut.

Baca juga: Lionel Messi Angkat Bicara Usai Kekalahan Menyakitkan Argentina di Final Piala Dunia

Bagi kubu Spanyol, insiden tersebut hanyalah catatan kecil dalam malam bersejarah mereka di Amerika Utara. La Roja menyempurnakan perjalanan luar biasa mereka di turnamen ini dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi, sekaligus mengukuhkan skuad asuhan Luis de la Fuente di puncak panggung sepak bola internasional.

Apakah FIFA akan mendengarkan masukan dari Gavi masih harus kita tunggu, namun pembelaan sang gelandang muda memberikan sudut pandang langka tentang solidaritas antarrival setelah melewati tekanan luar biasa di panggung tertinggi dunia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!