Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, memuji habis-habisan kegigihan dan daya juang anak asuhnya yang sukses bangkit dua kali dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 2-2 melawan tim raksasa Belanda pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium. Kendati bangga dengan karakter spartan yang ditunjukkan skuad Samurai Blue, Moriyasu secara terbuka mengaku tidak puas karena gagal mengamankan kemenangan penuh.  

Gol telat dari Daichi Kamada pada menit ke-88 menyelamatkan satu poin krusial bagi Jepang setelah gol pembuka Virgil van Dijk sempat dibalas oleh Keito Nakamura, sebelum akhirnya Crysencio Summerville kembali membawa Belanda unggul. Hasil imbang dalam laga sengit yang disaksikan oleh 69.285 penonton ini menempatkan Jepang dan Belanda di bawah Swedia yang memimpin klasemen Grup F usai melumat Tunisia 5-1.  

Kejar-kejaran Gol

Jepang menatap laga perdana ini dengan ujian berat setelah gelandang jangkar sekaligus kapten andalan mereka, Wataru Endo, terpaksa dicoret dari skuad akibat cedera parah sesaat sebelum turnamen dimulai. Mengemban ban kapten yang dialihkan ke Ritsu Doan, Jepang dipaksa bermain lebih dalam demi meredam agresivitas lini serang Oranje sepanjang babak pertama.  

Baca juga: Dua Kali Bangkit, Jepang Tahan Imbang Belanda 2-2 di Laga Sengit Grup F

Ketangguhan kiper Zion Suzuki yang sukses mementahkan peluang emas Donyell Malen di awal laga menjaga skor tetap kacamata hingga turun minum. Namun, laga berubah menjadi drama kejar-kejaran gol yang gila di paruh kedua.  

Hanya enam menit setelah babak kedua dimulai, skema bola mati Belanda memecah kebuntuan ketika umpan lambung Ryan Gravenberch ditanduk sempurna oleh Virgil van Dijk ke pojok bawah gawang Jepang. Skuad asuhan Moriyasu merespons cepat; tujuh menit berselang, akselerasi Takefusa Kubo di sisi kiri diakhiri dengan tembakan ciamik yang berubah arah setelah menyentuh Keito Nakamura untuk mengubah skor menjadi 1-1.  

"Belanda sangat kuat, kami tertinggal di belakang, lawan yang sangat sulit, para pemain bersatu, gigih, mereka berjuang hingga akhir dan tidak berhenti berusaha," kata Moriyasu.

"Tentu saja, kami tidak sepenuhnya puas hanya dengan satu poin dari hasil imbang."

Kecewa Tak Raih Tiga Poin

Kegembiraan pendukung Jepang sempat dibungkam kembali pada menit ke-64 saat Crysencio Summerville menusuk dari sayap kanan dan melepaskan tembakan melengkung indah yang gagal dijangkau Zion Suzuki. Di ambang kekalahan, keputusan Moriyasu melakukan tiga pergantian taktis di sisa 15 menit laga terbukti jenius.  

Berawal dari situasi sepak pojok, penyerang pengganti Koki Ogawa memenangkan duel udara melawan Van Dijk dan melepaskan sundulan tajam yang mengenai kepala Daichi Kamada sebelum bersarang telak ke gawang Bart Verbruggen.  

"Tentu saja, sulit bagi mereka untuk melawan balik... mereka berhasil gigih dan pada saat yang sama bersabar dan tetap tenang serta menemukan dan memanfaatkan peluang. Jadi saya sangat bangga bahwa mereka dapat mempertahankan kecepatan mereka sendiri," tambah Moriyasu.

Baca juga: Koeman Tak Menyesal Usai Ditahan Jepang, Tuntut Belanda Tampil Lebih Garang

"Kami bertujuan untuk mendapatkan tiga poin, bukan satu poin. Jadi dari sudut pandang itu, tentu saja agak mengecewakan."

Jepang kini harus segera mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi laga kedua. Koki Ogawa dan kolega dijadwalkan terbang ke Meksiko guna menantang Tunisia di Monterrey Stadium pada 21 Juni 2026. Kemenangan menjadi harga mati bagi Jepang jika ingin memperbesar peluang lolos ke babak 16 besar sebelum melakoni laga pamungkas grup melawan Swedia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!