Mengangkat trofi Piala Dunia adalah puncak tertinggi dari keabadian seorang pesepak bola. Sejak turnamen perdana digulirkan di Montevideo pada tahun 1930, hampir satu abad sejarah sepak bola telah melahirkan ribuan drama, jutaan tangisan, dan melahirkan barisan ikon legendaris. Namun, trofi emas setinggi 36,8 sentimeter itu tetap menjadi milik eksklusif bagi segelintir negara saja.

Menyusul keberhasilan dramatis Spanyol membungkam Argentina 1-0 lewat babak perpanjangan waktu pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, buku sejarah sepak bola dunia resmi memperbarui catatannya. Hingga saat ini, baru ada delapan negara yang mampu mengukirkan nama mereka di dasar trofi legendaris tersebut, menegaskan duopoli kekuasaan yang tak tergoyahkan antara raksasa Eropa dan Amerika Selatan.

Bintang Lima dan Para Pengejar Terdekat

Di puncak tertinggi hierarki sepak bola internasional, Brasil masih berdiri kokoh tanpa tandingan. A Seleção tetap menjadi tim paling sukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima bintang di atas lambang mereka. 

Mulai dari keajaiban remaja berusia 17 tahun bernama Pelé pada edisi 1958 hingga kedahsyatan Ronaldo Nazário pada 2002, Brasil sukses membangun warisan Joga Bonito yang menginspirasi dunia. Kendati demikian, singgasana mereka kini kian terancam oleh armada tangguh dari Benua Biru.

Baca juga: Final Piala Dunia Paling Dramatis Sepanjang Masa

Tepat di bawah Brasil, dua raksasa Eropa, Jerman dan Italia, menguntit dengan raihan masing-masing empat trofi juara. Jerman dikenal sebagai tim turnamen paling konsisten sepanjang sejarah, yang dibuktikan lewat momen ikonik "Keajaiban Bern" tahun 1954 hingga pembantaian historis di Rio pada 2014. 

Di sisi lain, Italia memegang status sebagai negara pertama yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun (1934 dan 1938) di bawah asuhan Vittorio Pozzo, sebelum melengkapinya dengan taktik defensif legendaris pada edisi 1982 dan 2006.

Kekuatan Modern dan Pemilik Dua Bintang

Argentina dengan bangga berdiri sendiri di peringkat keempat dengan koleksi tiga gelar juara dunia. Narasi kejayaan La Albiceleste selalu ditulis oleh talenta genius yang menggendong negara mereka menuju podium tertinggi, dimulai dari aksi Mario Kempes pada 1978, magis magis Diego Maradona pada edisi 1986, hingga akhir dongeng indah Lionel Messi di Qatar pada tahun 2022. 

Walau ambisi mereka untuk mempertahankan gelar harus kandas secara menyakitkan di final edisi 2026, Argentina tetaplah salah satu kekuatan paling ditakuti di era modern.

Menyusul di barisan berikutnya, ada Prancis dan Uruguay yang sama-sama telah mengoleksi dua trofi emas. Uruguay mewakili sejarah murni turnamen ini dengan memenangkan edisi perdana tahun 1930 dan membungkam seisi Stadion Maracana lewat insiden Maracanazo yang legendaris pada 1950. 

Sementara Prancis bertransformasi menjadi kekuatan menakutkan di era modern, dipimpin oleh Didier Deschamps saat juara di rumah sendiri pada 1998 serta generasi emas pimpinan Kylian Mbappé pada edisi 2018 dengan Deschamps menjadi pelatih.

Baca juga: Mbappe di Puncak, Berikut Daftar Pencetak Gol Terbanyak dalam Sejarah Piala Dunia

Status pemilik dua bintang kini resmi disamai oleh Spanyol. Lewat kemenangan taktis atas Argentina di New Jersey, La Roja sukses menambah koleksi trofi mereka setelah pertama kali meraihnya pada generasi emas 2010 di Afrika Selatan. 

Keberhasilan ini membuat Spanyol resmi keluar dari kelompok pemilik satu gelar, meninggalkan Inggris sendirian, yang satu-satunya momen kejayaan mereka tetaplah malam penuh kenangan saat Bobby Moore mengangkat trofi Jules Rimet di Wembley pada tahun 1966.  

Daftar Juara Piala Dunia

NegaraJumlah GelarTahun
Brasil 51958, 1962, 1970, 1994, 2002
Jerman41954, 1974, 1990, 2014
Italia41934, 1938, 1982, 2006
Argentina31978, 1986, 2022
Prancis21998, 2018
Uruguay21930, 1950
Spanyol22010, 2026
Inggris11966

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!