Atalanta Pecat Raffaele Palladino Demi Beri Jalan bagi Maurizio Sarri
Atalanta resmi memutus kerja sama dengan kepala pelatih Raffaele Palladino setelah masa bakti singkat yang hanya bertahan selama 39 pertandingan. Langkah tegas ini diambil manajemen klub pada Selasa sore waktu setempat demi membuka jalan bagi penunjukan Maurizio Sarri sebagai arsitek anyar mereka. Eksperimen tujuh bulan bersama Palladino resmi berakhir setelah dinilai gagal memenuhi ekspektasi tinggi publik Bergamo.
Palladino, yang datang pada November 2025 untuk menggantikan Ivan Juric, sebenarnya berhasil membawa La Dea finis di peringkat ketujuh Serie A dan mengamankan tiket UEFA Conference League musim depan. Namun, inkonsistensi taktik dan kegagalan total di laga-laga krusial membuat jajaran direksi klub memutuskan untuk melakukan perombakan total.
Era Singkat yang Penuh Gejolak
Di atas kertas, rekor 18 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 12 kekalahan milik Palladino terlihat cukup lumayan. Namun, perjalanannya di Bergamo ternoda oleh hasil memalukan di panggung-panggung besar yang membuat para pendukung di Gewiss Stadium meradang.
Baca juga: Palladino Tak Kapok Usai Atalanta Dibantai 1-6 leh Bayern
Titik balik krusial terjadi saat Atalanta hancur lebur di babak 16 besar Liga Champions, di mana mereka didepak oleh Bayern Munich asuhan Vincent Kompany dengan agregat tragis 10-2. Ditambah dengan kekalahan menyakitkan lewat adu penalti dari Lazio di semifinal Coppa Italia, muncul keyakinan kuat di jajaran manajemen bahwa Palladino kekurangan ketajaman taktis untuk membawa Atalanta bersaing di level tertinggi.
“Atalanta BC mengumumkan bahwa Raffaele Palladino telah dibebaskan dari tugasnya sebagai Kepala Pelatih Tim Utama, bersama dengan staf pelatihnya: Stefano Citterio, Federico Peluso, Fabio Corabi, Nicola Riva, Mattia Casella, Andrea Ramponi, dan Andrea Berti,” tulis Atalanta dalam situs resminya.
“Atalanta BC ingin mengucapkan terima kasih kepada Raffaele Palladino dan stafnya atas komitmen, dedikasi, dan profesionalisme mereka, serta mendoakan kesuksesan bagi mereka di masa depan.”
Baca juga: Tak Sabar Atalanta Jamu Bayern Munich, Palladino: Ini Malam yang Magis
Reuni dengan Giuntoli dan Filosofi Baru
Setelah mendepak Palladino, Atalanta langsung bergerak cepat untuk merampungkan kontrak berdurasi tiga tahun dengan pelatih veteran Maurizio Sarri. Juru taktik berusia 67 tahun yang pernah menukangi Chelsea, Juventus, dan Lazio ini sedang berstatus tanpa klub, menjadikannya kandidat paling sempurna untuk menyuntikkan filosofi "Sarriball" ke dalam skuad Bergamo.
Kedatangan Sarri juga menandai reuni besar dengan direktur olahraga Atalanta, Cristiano Giuntoli. Duet ini sebelumnya sukses meramu permainan menyerang Napoli yang memukau pada pertengahan dekade lalu. Dengan menyodorkan kontrak jangka panjang, Atalanta mengirimkan sinyal perombakan filosofi secara total, bertaruh besar bahwa sang pelatih veteran dapat mengembalikan kejayaan klub dan menghapus memori kelam musim ini.