Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bek Manchester United, Lisandro Martinez, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataan kontroversialnya setelah kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026-2027. Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, bek asal Argentina itu mengakui bahwa komentarnya dipengaruhi kemarahan dan kekecewaan, tetapi ia tidak secara terbuka meminta maaf atas kritiknya terhadap manajemen klub.
Martinez sebelumnya melontarkan kritik tajam kepada jajaran petinggi Manchester United setelah kekalahan di Stadion Metropolitano. Ia mempertanyakan kebijakan perekrutan pemain klub pada bursa transfer musim panas dan secara khusus menyinggung direktur sepak bola Jason Wilcox.
Pemain berusia 28 tahun itu menilai Manchester United membutuhkan investasi serta ambisi yang lebih besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar-gelar utama. Pernyataannya langsung menjadi sorotan karena disampaikan secara terbuka ketika klub tengah menghadapi periode sulit pada awal musim.
Dalam pernyataan terbarunya, Martinez menjelaskan bahwa komentarnya setelah pertandingan melawan Atletico Madrid muncul akibat frustrasi karena gagal mendapatkan hasil yang diharapkan.
"Setelah pertandingan, saya berbicara dalam keadaan marah dan frustrasi karena tidak mendapatkan hasil yang kita inginkan," tulis Martinez.
Baca juga: Gol Kilat dan Kartu Merah Warnai Kemenangan 2-0 Atlético Madrid atas Man United
Ia kemudian menegaskan bahwa kritik tersebut berangkat dari kecintaannya terhadap Manchester United dan keinginannya melihat klub kembali bersaing di level tertinggi.
"Perkataan saya mencerminkan perasaan saya dan betapa besar keinginan saya melihat klub ini bersaing memperebutkan gelar-gelar terbesar," lanjutnya.
Martinez juga menekankan bahwa standar tinggi merupakan bagian dari tanggung jawab setiap pemain yang mengenakan seragam Manchester United. Menurutnya, klub harus terus berkembang dan memperkuat diri agar mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa.
Ketika berbicara mengenai perlunya peningkatan, Martinez menegaskan bahwa ambisi tersebut harus dimiliki semua orang di klub, termasuk dirinya sendiri.
Kontroversi bermula ketika Martinez menyampaikan kekecewaannya dalam wawancara setelah kekalahan dari Atletico Madrid. Ia menyebut bahwa tanggung jawab atas hasil buruk Manchester United tidak seharusnya hanya dibebankan kepada pelatih dan para pemain.
Bek tim nasional Argentina tersebut mengisyaratkan bahwa manajemen juga harus mengevaluasi keputusan mereka, terutama terkait perekrutan pemain untuk memperkuat skuad.
Martinez secara khusus menyampaikan harapannya agar Wilcox memberikan dukungan yang lebih besar kepada tim. Ia menilai Manchester United membutuhkan tambahan kekuatan untuk menghadapi persaingan di level tertinggi, terutama setelah kembali tampil di Liga Champions.
Baca juga: Rooney Tolak Wacana Pencopotan Gelar Juara Man City 2011-12
Pernyataan tersebut memicu perdebatan mengenai kondisi internal klub dan arah kebijakan transfer mereka. Mantan penyerang Manchester United, Wayne Rooney, termasuk di antara pihak yang mengkritik cara Martinez menyampaikan kekecewaannya, meskipun frustrasi sang bek terhadap situasi klub dapat dipahami.
Hingga pernyataan klarifikasi itu dirilis, Manchester United belum mengumumkan keputusan resmi mengenai kemungkinan tindakan disipliner terhadap Martinez.
Meski melontarkan kritik terhadap manajemen, Martinez berusaha menegaskan bahwa dirinya tetap mendukung rekan-rekan setim, pelatih Michael Carrick, serta seluruh pihak yang bekerja untuk memajukan klub.
Ia juga mengakui bahwa para pemain memiliki tanggung jawab utama untuk memperbaiki hasil pertandingan dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari tanggung jawab tersebut.
"Kita perlu menuntut lebih banyak dari diri sendiri dan bekerja bersama-sama untuk membawa Manchester United kembali ke puncak," tulisnya.
Martinez menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tujuannya sejak awal tetap sama, yakni meraih kemenangan, bersaing di level tertinggi, dan memberikan segalanya untuk lambang klub yang dikenakannya.
Klarifikasi tersebut berupaya meredakan ketegangan setelah komentarnya menjadi perbincangan luas. Namun, karena Martinez tidak secara eksplisit meminta maaf atas kritik yang disampaikan, belum dapat dipastikan apakah pernyataan itu akan mengakhiri polemik dengan jajaran petinggi Manchester United.
Manchester United sendiri masih harus memperbaiki performa setelah kekalahan dari Atletico Madrid memperpanjang rentetan hasil tanpa kemenangan mereka menjadi lima pertandingan di semua kompetisi. Perhatian kini tertuju pada respons Carrick dan timnya, serta apakah kontroversi tersebut akan memengaruhi persiapan klub menghadapi pertandingan berikutnya melawan Leeds United di Premier League.