Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menepis perbandingan antara bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dan legenda sepak bola Argentina, Lionel Messi. Menurutnya, Messi tetap menjadi pemain terbaik sepanjang masa sehingga membandingkannya dengan pesepak bola lain bukanlah hal yang tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Luis Enrique menjelang pertandingan PSG melawan Barcelona pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026-27 di Parc des Princes, Selasa (20/10) malam waktu setempat atau Rabu (21/10) pukul 02.00 WIB.
Luis Enrique mengenal kemampuan Messi dengan sangat baik karena pernah bekerja sama dengan sang megabintang ketika menangani Barcelona pada 2014 hingga 2017. Bersama Messi, ia membawa klub Catalan tersebut meraih treble pada musim 2014-2015, termasuk gelar Liga Champions.
“Lamine melakukan hal yang sangat baik, yakni ingin menjadi Lamine Yamal. Dia terus meningkatkan berbagai aspek permainannya,” kata Enrique.
“Jika membandingkan Messi, pemain terbaik sepanjang masa, dengan pemain mana pun, tidak akan ada yang bisa mengunggulinya,” tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Meski menolak membandingkan keduanya, Luis Enrique tetap memberikan apresiasi terhadap perkembangan Yamal. Ia menilai penyerang berusia 19 tahun itu memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya membangun identitas sendiri tanpa terbebani pencapaian pemain lain.
“Lamine ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri dan lebih baik tidak membandingkan diri dengan orang lain. Dia sangat cerdas,” ujar Enrique.
Baca juga: Man City 2-4 PSG: Brace Haaland Tak Cukup Selamatkan Tuan Rumah
Performa Yamal memang membuat namanya terus dikaitkan dengan Messi. Selain sama-sama berkembang melalui akademi Barcelona, keduanya dikenal memiliki kemampuan menggiring bola, kreativitas, dan keberanian dalam situasi satu lawan satu.
Namun, Enrique menilai Yamal seharusnya diberi ruang untuk mengembangkan potensinya sendiri. Baginya, pencapaian Messi merupakan tolok ukur yang sangat tinggi, sedangkan Yamal masih memiliki perjalanan panjang untuk membangun kariernya.
Selain membahas perbandingan tersebut, Enrique juga menjelaskan pendekatan yang akan diterapkan PSG untuk mengurangi ancaman Yamal dalam pertandingan Liga Champions.
Menurutnya, cara paling efektif untuk membatasi pengaruh sang winger adalah dengan mengendalikan penguasaan bola agar Barcelona tidak memiliki banyak kesempatan membangun serangan.
“Caranya sangat sederhana. Jangan biarkan dia menerima bola karena jika dia mendapatkannya, bahaya akan muncul,” jelas Enrique.
Baca juga: Yamal Sebut Dirinya dan Mbappé Terbaik Dunia, Namun Berhak atas Ballon d'Or 2026
“Cara terbaik untuk bertahan menghadapi Lamine adalah memastikan Barcelona tidak menguasai bola. Namun, kami tahu betapa sulitnya bermain melawan Barcelona,” lanjutnya.
Luis Enrique menegaskan bahwa ancaman Barcelona tidak hanya berasal dari Yamal. Ia juga menyoroti kualitas pemain seperti Raphinha dan Pedri, sehingga PSG harus mengandalkan kerja sama seluruh tim, bukan menugaskan satu pemain untuk menghentikan winger muda tersebut.
Pertandingan mendatang menjadi ujian penting bagi PSG dalam mempertahankan ambisi mereka di Eropa. Di sisi lain, Yamal berpeluang kembali menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola antarklub, meskipun Luis Enrique menilai bahwa jalan terbaik bagi sang pemain adalah menciptakan warisannya sendiri, bukan sekadar mengikuti jejak Messi.