Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Bagi para penggemar setia di London Utara, meninggalkan stadion legendaris White Hart Lane adalah sebuah perpisahan yang emosional. Namun, rasa kehilangan tersebut langsung terbayar lunas ketika Tottenham Hotspur secara resmi membuka pintu rumah baru mereka pada tanggal 3 April 2019.
Dikenal saat ini sebagai Tottenham Hotspur Stadium, mahakarya arsitektur ini bukan sekadar lapangan sepak bola biasa, melainkan salah satu arena olahraga dan hiburan paling canggih secara teknologi di planet ini.
Gagasan ambisius untuk membangun stadion berskala raksasa ini sebenarnya telah dimulai bertahun-tahun sebelum peletakan batu pertama. Rencana awal mulai diajukan pada tahun 2009, namun proses konstruksi fisik di lapangan baru benar-benar dimulai pada musim panas tahun 2015.
Keterlambatan panjang ini disebabkan oleh berbagai rintangan birokrasi, proses pembebasan lahan yang rumit, hingga kerusuhan sipil yang melanda area Tottenham pada tahun 2011 yang memaksa pihak klub untuk mengarahkan ulang sebagian komitmen finansial mereka demi regenerasi infrastruktur komunitas setempat.
Baca juga: Transfer Termahal Dortmund
Setelah revisi desain besar-besaran disetujui secara formal pada awal tahun 2016, proyek ini langsung berjalan dengan kecepatan penuh. Target awal peresmian stadion awalnya ditetapkan untuk menyambut bergulirnya musim kompetisi 2018/2019.
Pada kenyataannya, komite pembangunan harus menghadapi serangkaian penundaan kritis akibat masalah integrasi sistem keamanan dan infrastruktur kelistrikan, sehingga momen pembukaan resmi baru bisa terealisasi pada musim semi 2019 melalui pertandingan Premier League melawan Crystal Palace, yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tim tuan rumah.
Merancang salah satu stadion terbesar di Inggris tentu menuntut pengorbanan finansial yang luar biasa. Pada tahap awal perencanaan, manajemen Spurs memperkirakan biaya pembangunan akan berkisar di angka £400 juta.
Baca juga: Transfer Termahal Bayern Munich
Namun, seiring dengan perombakan konsep dan penambahan berbagai fitur futuristik, laporan pembukuan akhir mengonfirmasi bahwa megaproyek ini menghabiskan total dana yang melambung hingga mencapai sekitar £1 miliar.
Ledakan anggaran tersebut menjadi sangat rasional ketika kita membedah secara spesifik struktur fisik yang dirancang oleh firma arsitektur ternama dunia, Populous. Dengan kapasitas puncak mencapai 62.850 tempat duduk, stadion ini resmi menobatkan diri sebagai markas klub terbesar di ibu kota London, serta stadion sepak bola terbesar ketiga di Inggris.
Salah satu daya tarik emosional paling ikonis di bagian dalam stadion adalah South Stand, sebuah tribun satu tingkat tanpa pemisah yang mampu menampung 17.500 suporter fanatik, secara sengaja dirancang untuk menciptakan dinding suara yang mengintimidasi mental lawan.
Baca juga: Siapa Pemilik PSG?
Lebih dari sekadar memanjakan penggemar sepak bola murni, inovasi paling gila yang menyedot anggaran raksasa adalah integrasi lapangan rumput alami yang sepenuhnya bisa ditarik dan digeser (retractable pitch).
Di bawah hamparan lapangan hijau tersebut, tersembunyi lapangan rumput buatan yang dirancang secara presisi untuk menggelar pertandingan American Football (NFL), menjadikan arena kebanggaan London Utara ini sebagai rumah khusus pertama bagi NFL di luar daratan Amerika Serikat.
Keberanian manajemen klub untuk berinvestasi hingga triliunan rupiah telah terbukti mengubah konstelasi kekuatan komersial mereka secara permanen. The Lilywhites kini tidak hanya memiliki arena pertandingan, tetapi menguasai mesin pencetak uang serbaguna yang beroperasi penuh sepanjang tahun.