Manajer baru Liverpool, Andoni Iraola, secara terbuka memperingatkan anak asuhnya bahwa masih banyak pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Peringatan ini dilontarkan usai The Reds menyia-nyiakan keunggulan 2-0 hingga akhirnya kalah 2-3 dari AS Monaco dalam laga persahabatan pra-musim di Anfield pada Minggu malam.  

Hasil ini menandai kekalahan beruntun bagi armada Iraola di masa pra-musim, setelah sebelumnya dipaksa menyerah 2-4 dari Leeds United di Chicago dalam situasi serupa usai unggul dua gol. Kerapuhan lini belakang yang berulang menjadi perhatian utama sang juru taktik Spanyol menjelang laga pembuka Premier League kontra Newcastle United.  

Buang Keunggulan Dua Gol

Liverpool sebenarnya mengawali pertandingan dengan impresif dan menghibur publik Anfield lewat kombinasi serangan cepat. Keunggulan dibuka pada menit ke-16 ketika Alexander Isak menyelesaikan kerja sama rapi di area penalti Monaco untuk menaklukan gawang lawan. 

Tak lama berselang, Florian Wirtz menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-29 memanfaatkan kekacauan di depan gawang.  

Baca juga: Tuntas di Ruang Ganti, Szoboszlai Luruskan Insiden Ban Kapten Liverpool

Namun, momen berbalik arah terjadi menjelang jeda babak pertama. Pelanggaran Virgil van Dijk di area terlarang memberikan hadiah penalti bagi Monaco yang sukses dieksekusi oleh Aleksandr Golovin. 

Memasuki babak kedua, Monaco berhasil menyamakan kedudukan lewat Mika Biereth pada menit ke-56 sebelum Paris Brunner memastikan kemenangan tim tamu melalui sundulan tajam memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-88.  

Peringatan Iraola

Dalam wawancara pascapertandingan bersama LFCTV, Iraola tidak menutupi kekecewaannya atas penurunan performa drastis timnya di paruh kedua permainan. Ia menilai intensitas fisiknya merosot tajam begitu pergantian pemain dilakukan.  

“Menurut saya, situasinya cukup mirip dengan pertandingan melawan Leeds. Kami bermain sangat bagus di babak pertama, terutama pada 30 menit awal, namun saat ini mungkin kami belum memiliki kapasitas yang cukup untuk mempertahankan level permainan seperti itu,” ujar Iraola.

“Kemudian, mereka tampil jauh lebih baik di babak kedua. Sama seperti kami yang lebih unggul di babak pertama, mereka jauh lebih baik di babak kedua, dan ya, mereka memang pantas membalikkan keadaan.

“Menurut saya, saat ini—terutama mengingat kita memenangkan dua pertandingan pertama namun gagal mempertahankan performa yang diinginkan sepanjang durasi dua pertandingan terakhir—kita masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. 

Baca juga: Iraola Yakin Frimpong Terhindar dari Cedera Parah saat Liverpool Ditekuk Leeds

“Begitu kita melakukan sejumlah perubahan, para pemain mulai kelelahan dan kita tidak bisa mempertahankan level permainan tersebut; jadi, masih ada hal yang perlu kita benahi.”

Ujian Fisik Sebelum Kompetisi

Meski duet Isak dan Wirtz di lini depan memperlihatkan potensi yang sangat menjanjikan, persoalan transisi bertahan serta kedalaman stamina masih menjadi lubang besar yang harus segera ditutup oleh Iraola.  

Liverpool dijadwalkan menutup rangkaian laga persiapan pra-musim mereka akhir pekan mendatang dengan melakoni laga ganda melawan Como, yang menjadi kesempatan terakhir bagi Iraola untuk membenahi kestabilan lini belakang sebelum kompetisi resmi bergulir. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!