Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Tim nasional Prancis menampilkan kebangkitan spektakuler di Stade de France dengan menggelontorkan empat gol dalam kurun waktu 13 menit akhir pertandingan untuk menggilas Belgia 4-1 dalam lanjutan UEFA Nations League 2026-27.
Sempat tertinggal lebih dulu oleh gol serangan balik Dodi Lukébakio pada babak pertama, pergantian pemain yang tajam di babak kedua menjadi kunci utama berbalik arahnya alur laga.
Prancis sebenarnya mendominasi penguasaan bola sejak awal laga dengan mengontrol hingga 60% aliran bola. Namun, tanpa kehadiran beberapa pilar utama di lini depan, penyelesaian akhir Les Bleus di paruh pertama terbukti kurang klinis.
Baca juga: Belgia 0-1 Prancis: Gol Olise di Menit Akhir Jaga Rekor Sempurna Zidane
Sejumlah peluang matang dari Ousmane Dembélé, Maghnes Akliouche, dan Esteban Lepaul berulang kali digagalkan oleh ketangguhan kiper Belgia, Maarten Vandevoordt.
Belgia justru mencuri keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-35 lewat skema serangan kilat. Memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah, Roméo Lavia melepaskan umpan terobosan terukur yang dikonversi secara dingin oleh Dodi Lukébakio untuk menaklukkan kiper Guillaume Restes.
Keunggulan 1-0 bagi Setan Merah bertahan hingga jeda, menempatkan tekanan berat bagi skuad tuan rumah.
Situasi berubah drastis memasuki pertengahan babak kedua saat Prancis memasukkan tenaga baru di lini serang. Masuknya Michael Olise, Rayan Cherki, dan Désiré Doué langsung meningkatkan daya serang serta kreativitas serangan Les Bleus di sepertiga akhir lapangan.
Gol penyama kedudukan yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-77. Menerima umpan pendek dari Lucas Da Cunha di dalam kotak penalti, Désiré Doué dengan cerdik mengecoh bek lawan sebelum melepaskan tembakan menyusur tanah yang melewati sela-sela kaki pemain bertahan Belgia dan bersarang di sudut kanan gawang.
Baca juga: Zidane Tak Sesali Tandukan ke Materazzi Jelang Pertemuan Prancis vs Italia
Hanya empat menit berselang, giliran Rayan Cherki yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-81. Memanfaatkan umpan kreasi Olise, Cherki melepaskan tembakan terarah yang membalikkan keunggulan menjadi 2-1 bagi Prancis.
Pertunjukan luar biasa dari para super-sub ditutup secara gemilang oleh Michael Olise. Pemain sayap berbakat tersebut mencetak dua gol tambahan pada menit ke-88 dan masa pertambahan waktu (90+1') melalui penyelesaian akhir yang tenang di dalam area penalti.
Dua gol kilat dari Olise mengunci kemenangan telak 4-1 sekaligus mengamankan tiga poin krusial bagi Prancis. Hasil manis ini makin mengukuhkan posisi Les Bleus di puncak klasemen Grup A UEFA Nations League 2026-27 dengan 10 poin, sementara Belgia harus pulang dengan kekecewaan setelah pertahanan kokoh mereka runtuh di menit-menit akhir, yang duduk di posisi ketiga dengan enam poin dari empat laga.