Para pencetak gol sering kali mencuri perhatian utama dan memajang piala, tetapi para kreatorlah yang memegang kompas rahasia dalam permainan sepak bola internasional. Mencetak gol di Piala Dunia membutuhkan ketenangan tinggi, namun memberikan umpan pamungkas di tengah tekanan membunuh laga gugur menuntut visi yang mampu melintasi ruang dan waktu.

Di puncak mahakarya tersebut berdiri Lionel Messi. Kapten Argentina ini kini bertengger sendirian di posisi teratas buku rekor sebagai pencetak assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 12 umpan matang. Angka tersebut mengukuhkan statusnya tidak hanya sebagai penyelesai peluang terbaik di eranya, tetapi juga sebagai arsitek permainan paling dominan sepanjang masa.

Baca juga: Klub dengan Pemain Ballon d'Or Terbanyak

Perjalanan menuju rekor 12 assist ini membentang selama dua dekade melalui enam edisi turnamen. Semuanya bermula pada musim panas 2006 di Gelsenkirchen, ketika seorang remaja berbakat berusia 18 tahun masuk dari bangku cadangan melawan Serbia dan Montenegro, lalu menyodorkan umpan manis yang diselesaikan oleh Hernán Crespo. Momen yang kala itu terlihat seperti kilasan bakat biasa ternyata menjadi babak pembuka dari pelajaran merancang serangan selama dua puluh tahun.   

Melampaui Para Legenda

Selama puluhan tahun, standar kreativitas di panggung tertinggi sepak bola dipegang oleh ikon Argentina lainnya. Diego Maradona mengoleksi delapan assist sepanjang kariernya di Piala Dunia, dipuncaki oleh umpan legendaris penentu gelar juara kepada Jorge Burruchaga pada final 1986 melawan Jerman Barat. 

Di belakang Maradona, terdapat nama seperti Grzegorz Lato dari Polandia, serta Pierre Littbarski dari Jerman. Sementara pemain Prancis, Michael Olise, langsung menanjak naik di posisi ini usai Piala Dunia 2026

Baca juga: Pemain dengan Assist Terbanyak di Premier League

Messi menyamai rekor Maradona pada ajang Piala Dunia 2022 di Qatar saat membawa Argentina meraih gelar juara, lewat tiga umpan kunci penentu, termasuk umpan terobosan ajaib melawan Belanda dan tarian magis di garis lapangan melewati Joško Gvardiol untuk memanjakan Julián Álvarez.

Ia kemudian resmi memecahkan rekor dan memimpin sendirian di puncak pada ajang Piala Dunia 2026, setelah memberikan umpan krusial melawan Mesir dan menyumbang dua assist presisi dalam laga semifinal menghadapi Inggris.   

Messi Sang Playmaker

Hal yang membedakan rekor assist Messi dari para pendahulunya adalah variasi teknik pengiriman umpan yang sangat beragam. Sepanjang karier internasionalnya, ia mengukir assist melalui umpan terobosan halus di celah sempit, umpan silang akurat dari situasi bola mati, hingga aksi individu memukau yang menarik perhatian tiga bek sekaligus sebelum melepaskan umpan tak egois.

Baca juga: Rekor gol Cristiano Ronaldo di Liga Champions

Jika rekor gol kerap sangat bergantung pada skema taktik tim serta eksekusi penalti, assist membutuhkan hubungan simbiotik antara sang kreator dan penerima bola. Rekan-rekan setimnya, mulai dari Hernán Crespo dan Carlos Tevez, hingga Ángel Di María, Nahuel Molina, serta Lautaro Martínez, semuanya pernah merasakan manisnya visi spasial Messi di panggung terakbar sepak bola.

Dengan memegang rekor assist terbanyak sekaligus bersanding di jajaran pencetak gol teratas sepanjang masa Piala Dunia, Messi telah menutup segala perdebatan mengenai kelengkapan kemampuannya. Ia tetaplah seorang pesepak bola paripurna—pencetak gol generasional yang memilih untuk menaklukkan olahraga ini sebagai pembuat umpan terhebat sepanjang masa.   

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!