Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Kapten tim nasional Kroasia, Luka Modrić, menyampaikan kecaman keras terhadap performa timnya sendiri setelah menderita kekalahan tragis 0-7 dari Inggris di Stadion Rujevica, Rijeka, Sabtu lalu. Hasil memilukan dalam lanjutan UEFA Nations League ini tercatat sebagai kekalahan terbesar dan terburuk sepanjang sejarah sepak bola Kroasia.
Gelandang veteran berusia 41 tahun tersebut tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya saat berbicara kepada media usai pertandingan. Pria yang telah membela Vatreni selama dua dekade itu menilai cara bertanding timnya sama sekali tidak mencerminkan reputasi yang telah dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun.
Penderitaan tuan rumah sudah dimulai sejak babak pertama ketika Inggris tampil sangat dominan. Harry Kane membuka keunggulan The Three Lions pada menit kedelapan, disusul gol-gol dari Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Bukayo Saka yang membuat Kroasia tertinggal 0-4 sebelum jeda.
Baca juga: Spanyol 4-1 Kroasia: Yamal Bersinar, La Roja Sapu Bersih Dua Laga Nations League
Memasuki babak kedua, situasi tidak membaik bagi anak asuh Slaven Bilić. Inggris menambah tiga gol lagi lewat aksi kedua Harry Kane dan Bukayo Saka, sebelum pemain pengganti Morgan Rogers mengunci kemenangan tujuh gol tanpa balas menjelang pertandingan berakhir. Modrić sendiri ditarik keluar pada menit ke-56 saat timnya sudah tertinggal lima gol.
"Sulit mencari penjelasan atas penampilan seperti itu, tanpa duel, pelanggaran, agresivitas, maupun kebersamaan.. Saya sudah berada di sini selama 20 tahun, namun baru kali ini saya merasa malu setelah pertandingan," kata Modrić.
Sebelum kekalahan di Rijeka, rekor buruk kekalahan terbesar Kroasia adalah saat ditekuk Spanyol 0-6 pada edisi UEFA Nations League 2018. Namun, Modrić menegaskan bahwa kekalahan kali ini terasa jauh lebih menyakitkan karena absennya daya juang dan karakter khas Vatreni.
"Anda bisa saja kalah atau menghadapi lawan yang lebih baik, dan saat ini memang demikian. Namun, kalah dengan cara seperti ini dan menyia-nyiakan reputasi yang telah kami bangun selama bertahun-tahun adalah hal yang tidak bisa diterima,” tambahnya.
Baca juga: Ceko 0-2 Inggris: Gordon dan Kane Bawa Three Lions Raih Kemenangan Perdana
"Anda tidak bisa bermain sepak bola seperti itu. Anda tidak bisa bermain dengan kekurangan dua pemain, Anda tidak bisa bermain seperti ini; dan kami tadi terlihat seolah-olah kekurangan 4-5 pemain. Sungguh malam yang membawa bencana," tambah sosok berusia 41 tahun itu.
Kekalahan ini menempatkan Kroasia dalam posisi sulit di Grup C League A UEFA Nations League, di mana mereka kini harus berjuang keras demi menghindari ancaman degradasi ke League B. Waktu untuk meratapi hasil buruk pun sangat singkat, mengingat Kroasia sudah dijadwalkan menjamu Spanyol di Split pada Selasa mendatang.
Modrić meminta seluruh rekan setimnya untuk segera merapatkan barisan dan menunjukkan reaksi positif di laga berikutnya. Ia menegaskan bahwa rasa bangga, keberanian, dan tekad bertarung demi jersey tim nasional harus kembali dimunculkan saat menghadapi sang juara bertahan.
"Kami harus bangkit dan tetap bersatu karena pertandingan sulit lainnya menanti kami," ujar Modrić. "Kami harus menunjukkan jati diri kami yang sebenarnya—bahwa ada semangat pantang menyerah dan kebanggaan dalam diri kami, serta hasrat, tekad, dan kebersamaan; hal-hal ini tidak boleh hilang begitu saja."