Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa sejarah sepak bola dunia berutang lebih banyak penghargaan Ballon d'Or kepada negaranya. Menjelang malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 yang dijadwalkan berlangsung di London bulan depan, De la Fuente memberikan dukungan penuh agar salah satu pemain bintang asal Spanyol kembali dinobatkan sebagai pemenang trofi individu paling bergengsi tersebut.
Juru taktik berusia 65 tahun itu sendiri berada di jajaran kandidat terdepan untuk meraih Johan Cruyff Trophy, penghargaan khusus bagi Pelatih Terbaik Dunia tahun ini, berkat keberhasilannya mempertahankan konsistensi dan dominasi Spanyol di panggung internasional.
Dalam sesi konferensi pers menjelang lanjutan laga UEFA Nations League, De la Fuente meluapkan pandangannya terkait penghargaan individu tertinggi sepak bola tersebut.
Ia menilai prestasi dan standar permainan sepak bola Spanyol sejauh ini layak mendapatkan apresiasi yang jauh lebih besar. Sang pelatih mengenang sukacitanya saat Rodri menyabet trofi Ballon d'Or pada 2024 dan berharap tradisi kemenangan tersebut kembali berlanjut tahun ini.
"Sejarah berutang lebih dari satu gelar Ballon d’Or kepada sepak bola Spanyol," kata De la Fuente.
Baca juga: Yamal Sebut Dirinya dan Mbappé Terbaik Dunia, Namun Berhak atas Ballon d'Or 2026
"Sungguh menggembirakan saat Rodrigo memenangkannya, dan kini saya berharap pemain Spanyol lainnya bisa meraihnya. Saya akan merasa sama bahagianya siapa pun di antara mereka yang menang.
"Bukan hanya karena hubungan saya dengan salah satu dari mereka, melainkan karena menurut pandangan saya, mereka adalah yang terbaik di dunia pada posisi masing-masing."
De la Fuente juga sempat menyuarakan keheranannya atas tidak masuknya penyerang Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, ke dalam daftar 30 nominasi akhir, sembari memberikan pujian tinggi kepada talenta muda seperti Lamine Yamal yang diprediksi akan menjadi penguasa panggung dunia di masa depan.
Di luar dukungannya untuk para pemain, De la Fuente sendiri berpeluang besar mengukir tinta emas dengan memenangkan Johan Cruyff Trophy.
Penghargaan resmi dari France Football yang mengapresiasi pelatih terbaik di level klub maupun tim nasional itu menempatkan De la Fuente bersaing ketat dengan beberapa juru taktik papan atas dunia seperti Mikel Arteta dan Luis Enrique.
Meskipun enggan terlalu jemawa mengenai peluang pribadinya, De la Fuente menegaskan bahwa masuknya nama beliau ke dalam nominasi merupakan kehormatan besar dan cerminan dari kerja keras seluruh jajaran tim pelatih serta para pemain Spanyol.
Baca juga: Spanyol 4-1 Kroasia: Yamal Bersinar, La Roja Sapu Bersih Dua Laga Nations League
"Menurut saya, kami layak mendapatkannya—dan dalam hal ini, saya juga menyertakan seluruh staf saya, sama seperti yang lain—untuk menjadi kandidat pemenang,” ujarnya.
"Menonjolkan diri sendiri bukanlah gaya saya, tetapi hal itu akan membuat saya sangat bahagia. Sampaikan kepada mereka agar mencatat hal ini!"
Pengumuman resmi pemenang Ballon d'Or 2026 beserta penghargaan pendukungnya akan digelar pada 26 Oktober di London.
Bagi De la Fuente, seremoni tersebut bukan hanya sekadar ajang penghargaan individu, melainkan momentum penting untuk mengukuhkan bahwa supremasi taktik dan bakat sepak bola Spanyol patut diakui di tingkat tertinggi dunia.